PENCITRAAN KASUS HILANGNYA PESAWAT
MH-370
Disusun
untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations
Oleh
:
Revina Mandala Putri (41153030120006)
ILMU
KOMUNIKASI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
LANGLANGBUANA BANDUNG
2014
KASUS
HILANGNYA PESAWAT MALAYSIA AIRLINES :
Hilangnya
pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines dengan nomor
penerbangan MH-370, keberadaan pesawat yang berangkat pada tanggal 8 Maret 2014
jam 12.41 dini hari, Malaysia dengan tujuan Beijing, Cina yang dijadwalkan tiba
pada jam 6.30 pagi itu belum dapat ditemukan.Pesawat yang mengangkut 239 orang
terdiri dari 227 penumpang dan 12 awak pesawat itu kabarnya terakhir terdeteksi
oleh radar militer Malaysia pada jam 2.40 berada di dekat Pulau Perak, bagian
Utara semenanjung Malaysia dan terbang 1000 meter lebih rendah dari ketinggian
sebelumnya. Berdasarkan informasi ini diperkirakan pesawat jatuh dan hilang di
wilayah perairan antara Malaysia dan Vietnam.Ada beberapa faktor yang bisa
menjadi penyebab jatuhnya sebuah pesawat terbang, sekurangnya ada 4 faktor yang
secara umum menjadi penyebab, antara lain: keadaan cuaca, gangguan teknis, aksi
teroris, dan aksi pilot. Bila dilihat dari faktor pertama yaitu: kondisi cuaca,
berdasarkan laporan dari Departemen Meteorologi Malaysia tidak terjadi
perubahan cuaca yang signifikan ataupun cuaca buruk yang dapat mengganggu
penerbangan MH-370 di wilayah perairan Malaysia pada tanggal 8 Maret 2014.
Informasi ini berdasarkan pada citra satelit yang diperoleh dari agen
meteorologi Jepang (MTAT).Sehingga faktor cuaca kemungkinan besar bukanlah
penyebab jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines itu
sebelum pesawat ini hilang pada tanggal 8 Maret 2014 dan dijadwalkan perawatan
rutin berikutnya pada tanggal 19 Juni 2014, dapat dikatakan bahwa pesawat dalam
kondisi 'sehat' dan layak terbang. Informasi lainnya adalah kontak terakhir
dari pilot dengan 'air traffic control' (ATC) Malaysia tidak dilaporkan adanya
masalah teknis pesawat. Faktor lain adalah aksi teroris, mengacu pada informasi
dari Interpol yang berhasil mengungkap identitas dari 2 orang warga negara Iran
yang menggunakan 2 paspor curian milik warga negara Austria dan Italia, banyak
pihak yang berpendapat bahwa kemungkinan terjadi aksi terorisme dalam
penerbangan MH-370. Bila memang terjadi aksi terorisme dalam bentuk peledakan
pesawat terbang, maka tentunya puing-puing dari pesawat akan dapat ditemukan
baik di darat maupun di laut.
Dalam
kasus penerbangan MH-370 sampai hari ini belum juga ditemukan puing-puing
ataupun bahan-bahan yang berasal dari pesawat.Jadi kemungkinan adanya aksi
teroris bukanlah penyebab jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai
Malaysia Airlines.Faktor selanjutnya, adalah manusia, dalam hal ini pilot.
Kapten Pilot dalam penerbangan MH-370 ini bernama Zaharie Ahmad Shah yang
berusia 53 tahun dan telah berpengalaman terbang selama 33 tahun dengan total
jam terbang 18.365. Sedangkan co-pilot Fariq Abdul Hamid yang berusia 27 tahun
telah memiliki total jam terbang sebanyak 2.763 .
TEORI
PENCITRAAN YANG DI KEMUKAKAN BENOIT :
Ada
sebuah teori yang membahas konsep – konsep pemulihan citra. Nama teori ini
adalah Image Restoration Theory.Teori ini dicetuskan oleh seorang profesordi
Ohio University bernama William L.Benoit .Teori ini memiliki dua asumsi dasar
yang menyatakan bahwa :
1. “komunikasi
yang terbaik di konseptualisasikan sebagai kegiatan yang di arahkan pada
tujuan”
2. Mempertahankan
reputasi positif adalah salah satu tujuan utama komunikasi .
Masalahnya terjadi ketika asumsi
kedua belum terpenuhi.Reputasi mungkin rusak secara sengaja maupun tidak,
melalui kata atau perbuatan. Ketika ini terjadi komunikator dihadapkan dengan
masalah citra negatif.
Benoit menciptakan teorinya pada
asumsi bahwa karena citra negatif, komunikator akan termotivasi untuk berusaha
untuk mengembalikan citranya sebagai salah satu tujuan utama komunikasi untuk
populasi.
Dapat disimpulkan bahwa teori ini
adalah sebuah teori pemulihan citra, dimana setiap orang sesalu menginginkan
citra positif didalam dirinya.
Benoit menjabarkan terdapat 5
strategi dalam usaha pemulihan citra :
1. Denial
Penolakan adalah reaksi alami terhadap
sebuah tuduhan
a. Simpel
Denial
Penyangkalan sederhana
b. Siftingshifting
the blame
Menyangkal perbuatan dan menggeser
kesalahan kepada orang lain
2. Evading of responsibility
Menghindari
tanggung jawab terhadap tindakan tersebut, dikelompokan menjadi beberapa varian
:
a. Provocation
Mengaku bahwa pihak tertuduh melakukan karena
terprovokasi.
b. Defeasibility
Pihak tertuduh melakukan kesalahan karena kekurangan
infornasi.
c. Accident
Pihak tertuduh mengaku bahwa suatu hal terjadi secara
tidak sengaja
d. Good
intention
Pengakuan bahwa pihak tertuduh melalukan diawali niat
yang baik
3. Reducing offensivens of event
Pihak
tertuduh patut diberikan keringanan, dikelompokan menjadi beberapa varian :
a. Bolstaring
Mencoba
mendapatkan simpati dengan mengutip tindakan positif
b. Minimization
Mencoba
meminimalisasi perasaan negative dengan cara memberikan persuasi yang baik.
c. Differentiation
Pihak
tertuduh membuat perbedaan antara tindakan terdakwa dan tindakan serupa
lainnya.
d. Transcendenc
Strategi dilakukan dengan cara membandingkan suatu
kejadian dalam konteks yang berbeda.
e. Attack accuser
Pihak
tertuduh berharap kredibilitas penuduhnya bias rusak, sehingga tuduhan mereka
dipertanyakan.
f. compencation
Adalah bentuk yang ditawarkan oleh pihak tertuduh untuk
menebus kesalahan.
4. Corective
action
Strategi
pengembalian citra positif.
5. Mortifications
Strategi
penyiksaan diri, pihak tertuduh ini dapat memilih mengakui kesalahan dan
meminta pengampunan.
PUBLIC RELATIONS PLANNING MENGGUNAKAN TEORI BENOIT :
1.
Denial menurut Benoit
yang memiliki pengertian, penolakan terhadap tuduhan :
Simple Denial (
penyangkalan sederhana ) aksi aksi yang dapat di lakukan untuk pencitraan
kembali Malaysia Airlines dengan melakukan aksi seperti melakukan penyangkalan sederhana
berupa klarifikasi kepada seluruh masyarakat di berbagai macam Negara di dunia
dengan menggunakan alat media massa,agar public tidak terfokus kesalahan hanya
ada di Malaysia Airlines dan salah satu cara agar menggeserkannya, dengan cara
terus mengoptimalkan pencarian beserta penyelidikan sehingga masyarakat luas
dapat terus memantau dan segera mendapat kepastian dari nasib para penumpang,
bertanggung jawab secara moral dan material, dan memastikan bahwa kinerja kerja
Malaysia Airlines akan terus di tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang
kembali .
2. Evading
of Responsibility yaitu menghindari
tanggung jawab terhadap tindakan tersebut,
salah satu nya adalah Good Intention
yaitu mengkomunikasikan bahwa pihak Malaysia Airlines tidak ingin kejadian ini
terjadi karena pihak Malayasia Airlines melakukan tugas nya seperti biasa
dengan niat yang baik, yaitu dengan menerbangkan penumpang ke tempat tujuan.
Pesan tersebut
dirancang dengan menggunakan media massa, dikomunikasikan secara pasti dan dapat
dipercaya dalam penyampaiannya kepada publik serta menggunakan komunikasi yang
efektif agar semua kalangan dapat memahami apa informasi yang dikomunikasikan
okeh pihak Malaysia Airlines, tentunya tidak hanya kepada publik atau
masyarakat di berbagai dunia saja, tetapi juga dengan menjalin komunikasi yang
efektif dan baik terhadap para utusan dari berbagai negara yang di tugaskan
untuk membantu proses pencarian peswat Malaysia Arlines .
3. Reducing Offensivesn of Event :
Bolstaring menurut Benoit
adalah mencoba mendapat simpati dengan mengutip tindakan positif, bahwa selama
ini Malaysia Airlines tidak pernah mengalami kasus yang serupa dan selalu
mengoptimalkan kinerja kerjanya .
Minimization strategi yang
dibuat agar meminimalisasi hal negative dengan memberikan persuasi yang baik
melalui media massa, yang di gunakan dalam pencitraan Malaysia Airlines dengan
cara melakukan konferensi pers dengan berkomunikasi yang baik dan dapat di
pahami oleh semua kalangan masyarakat di dunia .
Compencation bentuk yang di
tawarkan oleh pihak Mlayasia Airlines untuk menebus kesalahan dengan melakukan
kegiatan kegiatan yang maksimal dalam proses pencarian Malaysia Arlines, dan
terus di publikasikan terhadap seluruh masyarakat, agar seluruh kalangan masyarakat
dapat mengetahui proses pencarian sehingga membuat persepsi di kalangan
msyarakat bahwa Makaysia Airlines terus berusaha dalam proses pencarian pesawat
tersebut .
4.
Corective Action dalam
pengembalian citra positif dalam pelaksanaannya rencana strategis
dilakukan dengan melihat anggaran
yang tersedia, merencanakan jadwal
dan mempersiapkan untuk melaksanakan taktik komunikasi agar pengembalian
citra akan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan dari perencanaan .
5. Mortifications, pihak Malaysia Airlines dapat memilih mengakui
kesalahan dan meminta maaf kepada
seluruh pihak korban,permintaan maaf berupa tanggung jawab secara materi dan
terus mengusahakan dan mengoptimalkan pencarian .
· Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
· Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis
Tahap Empat: Penelitian evaluatif
· Langkah 9: Evaluasi Rencana Strategis
Langkah 2: Menganalisa Organisasi :
Langkah 5: Merumuskan Aksi dan Response Strategi :
NAMA
: REVINA MANDALA P
JURUSAN
: ILMU KOMUNIKASI 4
SUMBER
: TRIBUNNEWS.COM
Saling tuding mewarnai kasus penggelapan uang
yang melibatkan musisi muda Kevin Aprilio dan penyanyi pendatang baru Helen
Yosita. Kevin dilaporkan oleh Sriyatin, ibunda Helen, dengan tuduhan
penggelapan dana dan melanggar pasal 372 KUHP. Sebabnya, Kevin tidak
mengembalikan uang Rp 1,13 miliar yang diinginkan Sriyatin setelah kontrak
pembuatan album untuk Helen batal di tengah jalan. Sriyatin mengutarakan kalau
pentolan Aprilio Kingdom ini tidak memiliki keinginan untuk berbicara baik-baik
kepada dirinya dan Helen. Bahkan, Kevin terkesan mempertahankan uang sisa
perjanjian tersebut Dalam perjanjian yang dibuat Kevin, terdapat beberapa hal
yang menjadi tanggung jawab pentolan band Vierratale tersebut seperti kostum,
videoklip, dan promosi. Namun, dalam realisasinya Sriyatin dan Helen merasa
tidak puas karena dianggap tidak bagus. Hal ini kemudian menjadi sumber masalah
antara Helen dan Kevin. Kevin yang sejak awal yakin tidak bersalah terlihat
santai. Bahkan, ia mengaku sama sekali tak terganggu aktifitasnya meski nama
baiknya tercoreng. Kevin baru mengembalikan uang kepada pihak Helen berjumlah
Rp1 miliar. Sisanya, Rp200 juta, dipotong Aprilio Kingdom untuk biaya pembuatan
satu single berjudul "Kamu dan Aku" yang sudah dirilis secara resmi.
PUBLIC
RELATIONS PLANNING :
Tahap Satu: Penelitian Formatif
· Langkah 1: Menganalisis Situasi
· Langkah 2: Menganalisis Organisasi
· Langkah 3: Menganalisis Publik
Tahap Dua: Strategi
· Langkah 4: Menetapkan Tujuan dan Sasaran
· Langkah 5: Merumuskan Action dan Response Strategi
· Langkah 6: Merancang Komunikasi Efektif
Tahap Tiga: Taktik
· Langkah 1: Menganalisis Situasi
· Langkah 2: Menganalisis Organisasi
· Langkah 3: Menganalisis Publik
Tahap Dua: Strategi
· Langkah 4: Menetapkan Tujuan dan Sasaran
· Langkah 5: Merumuskan Action dan Response Strategi
· Langkah 6: Merancang Komunikasi Efektif
Tahap Tiga: Taktik
· Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
· Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis
Tahap Empat: Penelitian evaluatif
· Langkah 9: Evaluasi Rencana Strategis
Tahap Satu : Penelitian Formatif
Langkah 1 : Menganalisa Situasi :
Situasi yang terjadi dalam kasus ini adalah Kevin
Aprilio yang di laporkan oleh ibunda dari penyanyi pendatang baru Helen Yosita,
yaitu ibu Sriyatin dengan tuduhan penggelapan dana dan melanggar pasal 372
KUHP. Sebabnya, Kevin tidak mengembalikan uang Rp 1,13 miliar yang diinginkan
Sriyatin setelah kontrak pembuatan album untuk Helen batal di tengah jalan .
·
Lingkungan
internal ( misi , kinerja dan sumber daya ) misi yang di miliki oleh
Kevin Aprilio yaitu terus melebarkan sayap nya di dunia industri musik, tidak
hanya industri musisi dalam negeri, tetapi memiliki misi untuk mengembangkan
potensinya hingga tingkat Internasional dan tidak hanya berdiri sendiri melainkan
merangkul orang lain yang memiliki potensi yang sama dengannya .
·
Persepsi
publik ( reputasi ) sejauh ini
kevin Aprilio memiliki persepsi yang baik terhadap Kevin, karena Kevin
merupakan anak dari musisi yang memiliki citra yang baik selama karir nya yaitu
pasangan Adi MS dan Memes, tidak hanya berlatar belakang seorang anak musisi
ternama Indonesia, tetapi Kevin pandai dalam membuat lagu dan memainkan alat
alat musik .
·
Lingkungan
eksternal ( pesaing, lawan, serta pendukung ) persaingan
yang ketat di dalam industri musik, menumbuhkan musisi musisi pendatang baru
yang memiliki talenta besar, secara tidak langsung pesaing pesaing dari dunia musik
yang lainnya menjadi lawan di dalam industri musik bagi Kevin Aprilio, tetapi
hal ini tidak membuat Kevin kehilanganpendukungnya. . .
Langkah 3: Menganalisa Publik :
Keinginan
publik yaitu agar masalah dalam kasus ini berakhir dengan cepat dan adil, kebutuhan publik dan harapan tentang masalah ini adalah setelah kasus ini selesai di tangani
oleh pihak berwajib, Kevin dapat kembali bersinar di dunia musik dengan
menciptakan atau membuat sesuatu yang baru, kreatif dan berkualitas, keterlibatan publik dalam komunikasi dan dengan
berbagai media adalah publik dapat cepat mengetahui kasus ini
karena dengan media massa yang mempermudah masalah ini muncul di permukaan
sehingga pengembalian citra Kevin pun harus segera dilakukan agar tidak menjadi
masalah dan pembicaraan publik yang berkelanjutan.
Tahap Dua : Strategi
Langkah 4 : Menetapkan Tujuan dan Sasaran :
Tujuan dari pencitraan kembali Kevin Aprilio agar
misi utama dari Kevin Aprilio dapat berjalan dengan lancer dan semestinya
seiring dengan perencanaan dari Public Relations, pencitraan tersebut dapat di
mulai dari berita berita yang tersebar melalui media massa tentang kasus ini
dapat teredam dan tidak kembali mencuat
ke permukaan, dengan langkah awal mengalihkan perhatian publik dengan
meliput hal hal terbaru yang di buat oleh Kevin Aprlio, seperti membuat lagu
baru, dan kegiatan kegiatan positif lainnya bersama dengan teman teman atau
rekan kerja dari Kevin, sehingga publik akan tergeserkan perhatiannya dari
kasus yang sedang terjadi .
Langkah 5: Merumuskan Aksi dan Response Strategi :
Aksi aksi yang dapat di lakukan
untuk pencitraan kembali Kevin, dengan melakukan aksi aksi seperti melakukan
aktivitas positif seperti biasanya dengan rekan kerja maupun teman dan sahabat
dengan di liput oleh media massa yang kemudian di tayangkan secara nasional.
Jika para awak media menanyakan hal hal yang menyangkut tentang perkembangan
kasus Kevin, Kevin akan menjawab berupa klarifikasi bahwa dia tidak bersalah
dalam hal ini melainkan hanya kesalah pahaman saja dan kasus ini telah di
serahkan kepada kuasa hukum dari Kevin yang lebih paham terhadap kasus hukum
yang sedang berjalan, Kevin pun tetap selalu meminta dukungan dari para fans
dan para sahabatnya melalui media massa, kasus ini tidak menghentikan karir Kevin
dalam menciptakan lagu yang di gemari oleh kalangan remaja dan anak muda .
Tahap Tiga: Taktik
Langkah
6: Merancang Komunikasi Efektif
Merancang pesan yang akan dikomunikasin kepada
publik, dengan menggunakan media massa, dikomunikasikan secara merata dalam
penyampaiannya kepada publik serta menggunakan komunikasi yang efektif agar
semua kalangan dapat memahami dan tujuan dari komunikasi tersebut berjalan
sesuai rencana .
Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
Srtategi atau taktik yang di
gunakan dalam pengembalian citra musisi Kevin Aprilio dengan cara melakukan
konferensi pers, kemudian di lanjutkan dengan media massa yang di kontrol agar
dapat meliput dan menayangkan kegiatan kegiatan positif Kevin, menunjukan
kepada publik bahwa Kevin tidak bersalah dalam kasus ini sehingga dia dapat
tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya, terus berkarya di bidang musik
dengan menciptakan lagu lagu tanpa ada hambatan, sehingga taktik ini diharapkan
dapat mengembalikan persepsi publik tentang citra Kevin Aprilio .
Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis :
Pada langkah pelaksanaan rencana strategis
dilakukan pengembangkan anggaran,
jadwal dan mempersiapkan untuk
melaksanakan taktik komunikasi agar pengembalian citra akan berjalan
sesuai dengan tujuan awal .
Tahap Empat: Penelitian
evaluasi
Langkah 9 : Evaluasi Rencana Strategis
:
Elemen
perencanaan akhir, untuk mengukur efektivitas setiap taktik yang
direkomendasikan dalam memenuhi tujuan yang telah ditetapkan, sejauh
mana tingkat keberhasilan perencanaan Public Relations berjalan sesuai dengan
tujuan dan misi dalam hal ini pengembalian citra .
RANGKUMAN BUKU EFFECTIVE PUBLIC
RELATIONS
(Scott
M. Cutlip, Ellen H. Center, Glen M.Broom )
Disusun
untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations
Oleh
:
Revina Mandala Putri (41153030120006)
ILMU
KOMUNIKASI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
LANGLANGBUANA BANDUNG
2014
BAB 16
PEMERINTAHAN
DAN PUBLIC AFFAIRS
Spesialis
PR pemerintahan biasanya disebut pejabat public affairs di AS dan pejabat
informasi atau penerangan atau pejabat hubungan masyarakat ( humas ) di Negara
lain, adalah penghubung penting antara rakyat dan pemerintahan.
TUJUAN
PUBLIC AFFAIRS DI PEMERINTAHAN
Pemerintahan
menyentuh setiap aspek masyarakat, dan hamper semua bagian pemerintah
mengandalkan pada orang – orang public affair (humas), tujuan dari humas
pemerintahan, terlepas dari level dan tipe pemerintah, setidaknya mengandung
tujuan yang sama :
1. Memberi informasi tentang aktivitas
pemerintahan
2. Memastikan kerja sama aktif dalam
program pemerintahan
3. Mendorong warga mendukung kebijakan
4. Melayani sebagai advokat public untuk
adsministrator pemerintah
5. Mengelola informasi internal
6. Memfasilitasi hubungan media
7. Membangun komunitas dan bangsa
MEMBERI
INFORMASI KONSTITUTEN
Tugas
utama praktisi public affairs atau humas pemerintaha adalah member informasi,
dan fungsi informasi ini bias bersifat global, ketika kebutuhan member
informasi ini harus melampaui batas Negara untuk diberikan kepada kawan atau
untuk memperingatkan.
Bagi
AS, setiap departemen federal dan agen federal menggunakan fungsi humas, mulai
dari layanan informasi individual sampai menggunakan perusahaan PR di New York
yang besar dan canggih. Terlepas dari besarnya, fokusnya adalah menyiapkan dan
memberi informasi kepada audien umum dan spesifik tentang layanan organisasi.
MEMASTIKAN
KERJA SAMA AKTIF DI DALAM PROGRAM PEMERINTAHAN
Tanpa
warga yang aktif dan punya informasi, pejabat mungkin tidak akan mengetahui
kebutuhan dan kepentingan sesungguhnya dan konstituen mereka.Poinnya adalah
bahwa penggunaan humas sebagai aktivis simetris dua arah dimana praktisi
menggunakan humas untuk membantu memahami public, adalah refleksi dari sifat
kebebasan media.Semakin independen media beritanya, semakin bebas spesialis
humas untuk menjalankan humas secara responsive, Reporter Without Borders
menyusun : “World Press Freedom Ranking “
yang menyebut media di Negara maju sebagai media :bebas”, di Negara berkembang
dideskripsikan sebagai “bebas sebagian” atau “tidak bebas”. Bahwa semakin bebas
system medianya, semakin besar ia melibatkan lingkungan di mana praktisi humas
menjalankan aktivitasnya tanpa rektriksi pemerintahan yang tak perlu.
MEMBANGUN
DUKUNGAN WARGA NEGARA
Sasaran
spesifik dari humas akan bervariasi dari satu agen ke agen lainnya, tetapi
justifikasi dasar untuk humas pemerintah semuanya didasarkan pada dua premis
utama :
1. Pemerintahan yang demokratis harus
melaporkan aktivitasnya kepada warga
2. Adsministrasi pemerintahan yang efektif
membutuhkan partisipasi dan dukungan
warga
BERFUNGSI
SEBAGAI ADVOKAT PUBLIK
Pemerintahan
adalah institusi public, yetapi pemerintahan dicirikan oleh keruwetan
birokratik yang sering berkontradiksi fungsi layanannya. Praktisi yang mewakili
kebutuhan untuk mengomunikasikan agenda organisasi dan kebutuhan untuk
mengkomunikasikan keinginan public kepada organisasi .
PEMERINTAHAN
ELEKTRONIK DAN PARTISIPASI WARGA
Pemerintahan
di Negara demokrasi yang maju menganggap informasi sebagai masalah hak asasi
bahwa warga Negara berhak untuk mendapat informasi tentang kerja pemerintah.
Pada tahun 2000, Swedia menjadi Negara pertama di dunia yang mengadopsi
kebijakan yang mempromosikan penggunaaan teknologi komunikasi dan informasi
untuk memperkuat demokrasi. Meskipun AS secara resmi bukan merupakan “bangsa
informasi” sperti Swedia, pemerintahan federalnya menggunakan teknologi
komunikasi dan informasi untuk memberikan berbagai layanan kepada rakyat
Amerika dan mendorong partisipasi warga dalam tata kelola pemerintahan –
pemerintahan elektronika .
MENGELOLA
INFORMASI INFORMASI INTERNEAL
Komunikasi
internal adalah fungsi utama lainnya dari Humas pemerintahan, departemen
pertahanan sangat unggul dalam mengelola informasi internal, dan keunggulan ini
memperkuat citra eksternalnya.
MEMFASILITASI
HUBUNGAN MEDIA
Tradisi
demokrasi mensyaratkan agar agen pemerintah Negara dapat diakses oleh media
berita, dan karenanya hubungan media adalah fungsi dasar dari petuga humas.
Sifat dari program pemerintahan sangat penting dan karenanya minat juga tinggi.
National Media Desk daro office of Communication di Forest Service dibentuk
secara khusu untuk memberikan informasi akurat dan tepat waktu kepada media
tentang bebrbagi kebijakan, program dan aktivitas Forest Service .
MEMBANGUN
KOMUNITAS DAN BANGSA
Karena
praktik public affairs menekankan pada manajaemen hubungan, maka banyak
perhatian diberikan kepada perannya dalam komunitas dan pembangunan nasional
dan dalam onterpendendi regional, pemerintah menggunakan kampanye pembangunan
nasional .
RINTANGAN
UNTUK HUMAS PEMERINTAHAN YANG EFEKTIF
Praktisi
humas di pemerintahan menciptakan banyak dialog bermanfaat untuk membuat
demokrasi bias berjalan. Mereka mengemban kewajiban warga sebagai perantara
anatara pejabat dan stafnya dengan warganya, tetapi ada tiga isu yang
merintangi pembentukan dan pemeliharaan hubungan pemerintah dengan warga :
·
Kredibilitas yang Diragukan
Kpervayaan
dan keyakinan public terhadap praktisi humas pada umumnya, dan pemerintah pada
khususnya telah menjadi isu, setiap praktisi di anggap mencerminkan nilai dan
etika praktisi itu .
·
Apati Publik
Berbeda
dengan kebanyakan operasi nisnis, praktisi pemerintahan biasanya tidak dapat
menargetkan pada segmen kecil dari public yang luas untuk mencapai hasil yang
diinginkan dengan mengabaikam segmen lain. Munculnya apati public adalah fakta
tak terbantahkan dalam kehidupan public.
·
Permusuhan Legislatif
Fungsi
humas telah lama dibentuk pemerintahan, tetapi fungsi ini belum sepenuhnya
efektif atau menikmati status terhormat seperti yang dirasakan praktisi di
bidang swasta .
Jadi
penggunaan PR pertama yang efektif untuk mempromosikan penerimaan, kebijakan
adsministrasi membuat kongres membatasi fungsi ini di dalam badan eksekutif.
HUBUNGAN
MEDIA – PEMERINTAH
Sejak
awal pemerintahan Amerika, First Amendement sampai Konstitusi telah menjamin kebebasan
pers.
Ø Akses
Media ke Pemerintah
Dimasa
yang lebih baru, kebebasan konstitusional yang menjamin pers telah dikembangkan
dan diklarifikasi. Akses ke informais pemerintah, selain kebebasan berbicara
atau menulis tentang pemerintahan, telah dikodifikasikan dalam kebebasan
legislasi informasi dan :sunshine law”. Hak akses ke informasi pemerintahan dan
rapat pemerintahan sangatlah penting. Gagasan media baru yang tidak sekedar
bertanggung jawab member fakta dan kolom editorial kini menjadi gagasan yang
makin diterima.
Ø Ketergantungan
Pemerintah Kepada Media
Hubungan
anatara jurnalis dan pemerintah adalah keharusan sekaligus menjadi rintangan
bagi komunikasi pemerintah dengan warganya. Standar yang di pakai oleh reporter
dan komunikator pemerintah untuk mendefinisikan berita biasanya sangat berbeda,
media berita tidak punya sumber daya untuk meliputi semua kegiatan public yang
dilakukan pemerintah, sebagian karena tidak cukup jurnalis yang bias menelusuri
semua aktivis dan perkembangan dalam banyak agen di semua level pemerintah.
Ø Pemberitaan
tentang Pemerintah oleh Media
Berita
tentang pemrintahan beberapa waktu lalu adalah sekedar soal kepribadian,
kampanye politik, hilangnya kepervayaan dan sejenisnya. Media telah membuat
banyak kemajuan dalam pemberitaan tentang pemerintah, namun kebutuhan untuk
memperkuat dan melengkapi pelaporan media kini semakin besar. Problem dalam
pelipitan media terhadap pemerintah federal tidak selalu merupakan akibat
kesalahan media atau wartawannya.
HUMAS
MILITER
Humas
Militer bertugas membentuk opini public tentang angkatan bersenjata,
mempertahankan atau meningkatkan semangat tentara, mencari dukungan financial
untuk program-programnya dan memperluas pemahaman dukungan public. Tetapi
pandangan dan hubungan public Amerikan dengan Militer berubah dramatis pada
1990-an dan melemahkan upaya perekrutan dan dukungan legislatif. Program dan
kebijakan militer sering kali di kritik di media berita, beberapa kalangan
merekomendasikan agar baik itu humas militer maupun jurnalisme militer
menggunakan program pendidikan yang ketat untuk memahami pihak lain.
PEMERINTAHAN
SEBAGAI BISNIS
Era
1990-an melahirkan perubahan pada cara agen agen pemerintahan mengintegrasikan
aktivitasnya ke dalam masyarakat, dianatar perubahannya adalah sebagai berikut
:
1. Meningkatnya kesadaran di kalangan
entitas pemerintahan akan kebutuhanuntuk
bersaing dengan agen pemerintah
lain.
2. Makin banyak pengamat yang mengatakan
bahwa pemerintah harus di jalankan
seperti menjalankan bisnis.
3. Meningkatnya kebutuhan pejabat federal
dan Negara untuk mencari nasihat dan
bantuan dari warga telah menyebankan
lahirnya regulasi baru.
HUMAS
DALAM POLITIK
Selama
ada peminpin dalam masyarakat, selalu ada hubungan cinta benci antara yan
diperintah dengan yang memerintah, politisi menghabiskan banyak waktu dalam
karier mereka untuk melayani warga tetapi ternyata kemudian tersingkir dari
jabatannya. Tantangannya untuk memimpin dan melayani di tengah tengah konflik
yang konstan ini adalah sulit bagi setiap politisi atau organisasi.
