Jumat, 30 November 2012




PENCITRAAN KASUS HILANGNYA PESAWAT MH-370

Disusun untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations
  
 

  
Oleh :

Revina Mandala Putri (41153030120006)




ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG
2014



KASUS HILANGNYA PESAWAT MALAYSIA AIRLINES :
Hilangnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH-370, keberadaan pesawat yang berangkat pada tanggal 8 Maret 2014 jam 12.41 dini hari, Malaysia dengan tujuan Beijing, Cina yang dijadwalkan tiba pada jam 6.30 pagi itu belum dapat ditemukan.Pesawat yang mengangkut 239 orang terdiri dari 227 penumpang dan 12 awak pesawat itu kabarnya terakhir terdeteksi oleh radar militer Malaysia pada jam 2.40 berada di dekat Pulau Perak, bagian Utara semenanjung Malaysia dan terbang 1000 meter lebih rendah dari ketinggian sebelumnya. Berdasarkan informasi ini diperkirakan pesawat jatuh dan hilang di wilayah perairan antara Malaysia dan Vietnam.Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab jatuhnya sebuah pesawat terbang, sekurangnya ada 4 faktor yang secara umum menjadi penyebab, antara lain: keadaan cuaca, gangguan teknis, aksi teroris, dan aksi pilot. Bila dilihat dari faktor pertama yaitu: kondisi cuaca, berdasarkan laporan dari Departemen Meteorologi Malaysia tidak terjadi perubahan cuaca yang signifikan ataupun cuaca buruk yang dapat mengganggu penerbangan MH-370 di wilayah perairan Malaysia pada tanggal 8 Maret 2014. Informasi ini berdasarkan pada citra satelit yang diperoleh dari agen meteorologi Jepang (MTAT).Sehingga faktor cuaca kemungkinan besar bukanlah penyebab jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines itu sebelum pesawat ini hilang pada tanggal 8 Maret 2014 dan dijadwalkan perawatan rutin berikutnya pada tanggal 19 Juni 2014, dapat dikatakan bahwa pesawat dalam kondisi 'sehat' dan layak terbang. Informasi lainnya adalah kontak terakhir dari pilot dengan 'air traffic control' (ATC) Malaysia tidak dilaporkan adanya masalah teknis pesawat. Faktor lain adalah aksi teroris, mengacu pada informasi dari Interpol yang berhasil mengungkap identitas dari 2 orang warga negara Iran yang menggunakan 2 paspor curian milik warga negara Austria dan Italia, banyak pihak yang berpendapat bahwa kemungkinan terjadi aksi terorisme dalam penerbangan MH-370. Bila memang terjadi aksi terorisme dalam bentuk peledakan pesawat terbang, maka tentunya puing-puing dari pesawat akan dapat ditemukan baik di darat maupun di laut.


Dalam kasus penerbangan MH-370 sampai hari ini belum juga ditemukan puing-puing ataupun bahan-bahan yang berasal dari pesawat.Jadi kemungkinan adanya aksi teroris bukanlah penyebab jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines.Faktor selanjutnya, adalah manusia, dalam hal ini pilot. Kapten Pilot dalam penerbangan MH-370 ini bernama Zaharie Ahmad Shah yang berusia 53 tahun dan telah berpengalaman terbang selama 33 tahun dengan total jam terbang 18.365. Sedangkan co-pilot Fariq Abdul Hamid yang berusia 27 tahun telah memiliki total jam terbang sebanyak 2.763 .
TEORI PENCITRAAN YANG DI KEMUKAKAN BENOIT :
Ada sebuah teori yang membahas konsep – konsep pemulihan citra. Nama teori ini adalah Image Restoration Theory.Teori ini dicetuskan oleh seorang profesordi Ohio University bernama William L.Benoit .Teori ini memiliki dua asumsi dasar yang menyatakan bahwa :
1.      “komunikasi yang terbaik di konseptualisasikan sebagai kegiatan yang di arahkan pada tujuan”
2.      Mempertahankan reputasi positif adalah salah satu tujuan utama komunikasi .

Masalahnya terjadi ketika asumsi kedua belum terpenuhi.Reputasi mungkin rusak secara sengaja maupun tidak, melalui kata atau perbuatan. Ketika ini terjadi komunikator dihadapkan dengan masalah citra negatif.
Benoit menciptakan teorinya pada asumsi bahwa karena citra negatif, komunikator akan termotivasi untuk berusaha untuk mengembalikan citranya sebagai salah satu tujuan utama komunikasi untuk populasi.

Dapat disimpulkan bahwa teori ini adalah sebuah teori pemulihan citra, dimana setiap orang sesalu menginginkan citra positif didalam dirinya.
Benoit menjabarkan terdapat 5 strategi dalam usaha pemulihan citra :
1.   Denial
      Penolakan adalah reaksi alami terhadap sebuah tuduhan
a.       Simpel Denial
Penyangkalan sederhana
b.      Siftingshifting the blame
Menyangkal perbuatan dan menggeser kesalahan kepada orang lain
2.   Evading of responsibility
      Menghindari tanggung jawab terhadap tindakan tersebut, dikelompokan menjadi beberapa varian :
      a.   Provocation
            Mengaku bahwa pihak tertuduh melakukan karena terprovokasi.
      b.   Defeasibility
            Pihak tertuduh melakukan kesalahan karena kekurangan infornasi.
      c.   Accident
            Pihak tertuduh mengaku bahwa suatu hal terjadi secara tidak sengaja
      d.   Good intention
            Pengakuan bahwa pihak tertuduh melalukan diawali niat yang baik
3.   Reducing offensivens of event
      Pihak tertuduh patut diberikan keringanan, dikelompokan menjadi beberapa varian :
      a.   Bolstaring
            Mencoba mendapatkan simpati dengan mengutip tindakan positif
     b.    Minimization
            Mencoba meminimalisasi perasaan negative dengan cara memberikan persuasi yang baik.
     c.    Differentiation
            Pihak tertuduh membuat perbedaan antara tindakan terdakwa dan tindakan serupa lainnya.
      d.   Transcendenc
            Strategi dilakukan dengan cara membandingkan suatu kejadian dalam konteks yang berbeda.
      e.   Attack accuser
            Pihak tertuduh berharap kredibilitas penuduhnya bias rusak, sehingga tuduhan mereka dipertanyakan.
      f.    compencation
            Adalah bentuk yang ditawarkan oleh pihak tertuduh untuk menebus kesalahan.

4.   Corective action
      Strategi pengembalian citra positif.
5.   Mortifications
      Strategi penyiksaan diri, pihak tertuduh ini dapat memilih mengakui kesalahan dan meminta pengampunan.

PUBLIC RELATIONS PLANNING MENGGUNAKAN TEORI BENOIT :
1.   Denial menurut Benoit yang memiliki pengertian, penolakan terhadap tuduhan :
Simple Denial ( penyangkalan sederhana ) aksi aksi yang dapat di lakukan untuk pencitraan kembali Malaysia Airlines dengan melakukan aksi seperti melakukan penyangkalan sederhana berupa klarifikasi kepada seluruh masyarakat di berbagai macam Negara di dunia dengan menggunakan alat media massa,agar public tidak terfokus kesalahan hanya ada di Malaysia Airlines dan salah satu cara agar menggeserkannya, dengan cara terus mengoptimalkan pencarian beserta penyelidikan sehingga masyarakat luas dapat terus memantau dan segera mendapat kepastian dari nasib para penumpang, bertanggung jawab secara moral dan material, dan memastikan bahwa kinerja kerja Malaysia Airlines akan terus di tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali .
 2.  Evading of Responsibility yaitu menghindari tanggung jawab terhadap tindakan   tersebut, salah satu nya adalah Good Intention yaitu mengkomunikasikan bahwa pihak Malaysia Airlines tidak ingin kejadian ini terjadi karena pihak Malayasia Airlines melakukan tugas nya seperti biasa dengan niat yang baik, yaitu dengan menerbangkan penumpang ke tempat tujuan.
Pesan tersebut dirancang dengan menggunakan media massa, dikomunikasikan secara pasti dan dapat dipercaya dalam penyampaiannya kepada publik serta menggunakan komunikasi yang efektif agar semua kalangan dapat memahami apa informasi yang dikomunikasikan okeh pihak Malaysia Airlines, tentunya tidak hanya kepada publik atau masyarakat di berbagai dunia saja, tetapi juga dengan menjalin komunikasi yang efektif dan baik terhadap para utusan dari berbagai negara yang di tugaskan untuk membantu proses pencarian peswat Malaysia Arlines .
 3.  Reducing Offensivesn of Event :
Bolstaring menurut Benoit adalah mencoba mendapat simpati dengan mengutip tindakan positif, bahwa selama ini Malaysia Airlines tidak pernah mengalami kasus yang serupa dan selalu mengoptimalkan kinerja kerjanya .
Minimization strategi yang dibuat agar meminimalisasi hal negative dengan memberikan persuasi yang baik melalui media massa, yang di gunakan dalam pencitraan Malaysia Airlines dengan cara melakukan konferensi pers dengan berkomunikasi yang baik dan dapat di pahami oleh semua kalangan masyarakat di dunia .
Compencation bentuk yang di tawarkan oleh pihak Mlayasia Airlines untuk menebus kesalahan dengan melakukan kegiatan kegiatan yang maksimal dalam proses pencarian Malaysia Arlines, dan terus di publikasikan terhadap seluruh masyarakat, agar seluruh kalangan masyarakat dapat mengetahui proses pencarian sehingga membuat persepsi di kalangan msyarakat bahwa Makaysia Airlines terus berusaha dalam proses pencarian pesawat tersebut .
4.  Corective Action dalam pengembalian citra positif dalam pelaksanaannya rencana strategis dilakukan dengan melihat anggaran yang tersedia, merencanakan jadwal dan mempersiapkan untuk melaksanakan taktik komunikasi agar pengembalian citra akan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan dari perencanaan .
5. Mortifications, pihak Malaysia Airlines dapat memilih mengakui kesalahan dan   meminta maaf kepada seluruh pihak korban,permintaan maaf berupa tanggung jawab secara materi dan terus mengusahakan dan mengoptimalkan pencarian .




NAMA      : REVINA MANDALA P

JURUSAN : ILMU KOMUNIKASI 4
SUMBER   : TRIBUNNEWS.COM

Saling tuding mewarnai kasus penggelapan uang yang melibatkan musisi muda Kevin Aprilio dan penyanyi pendatang baru Helen Yosita. Kevin dilaporkan oleh Sriyatin, ibunda Helen, dengan tuduhan penggelapan dana dan melanggar pasal 372 KUHP. Sebabnya, Kevin tidak mengembalikan uang Rp 1,13 miliar yang diinginkan Sriyatin setelah kontrak pembuatan album untuk Helen batal di tengah jalan. Sriyatin mengutarakan kalau pentolan Aprilio Kingdom ini tidak memiliki keinginan untuk berbicara baik-baik kepada dirinya dan Helen. Bahkan, Kevin terkesan mempertahankan uang sisa perjanjian tersebut Dalam perjanjian yang dibuat Kevin, terdapat beberapa hal yang menjadi tanggung jawab pentolan band Vierratale tersebut seperti kostum, videoklip, dan promosi. Namun, dalam realisasinya Sriyatin dan Helen merasa tidak puas karena dianggap tidak bagus. Hal ini kemudian menjadi sumber masalah antara Helen dan Kevin. Kevin yang sejak awal yakin tidak bersalah terlihat santai. Bahkan, ia mengaku sama sekali tak terganggu aktifitasnya meski nama baiknya tercoreng. Kevin baru mengembalikan uang kepada pihak Helen berjumlah Rp1 miliar. Sisanya, Rp200 juta, dipotong Aprilio Kingdom untuk biaya pembuatan satu single berjudul "Kamu dan Aku" yang sudah dirilis secara resmi.

PUBLIC RELATIONS PLANNING :
Tahap Satu: Penelitian Formatif

· Langkah 1: Menganalisis Situasi
· Langkah 2: Menganalisis Organisasi
· Langkah 3: Menganalisis Publik

Tahap Dua: Strategi

· Langkah 4: Menetapkan Tujuan dan Sasaran
· Langkah 5: Merumuskan Action dan Response Strategi
· Langkah 6: Merancang Komunikasi Efektif

Tahap Tiga: Taktik

· Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
· Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis

Tahap Empat: Penelitian evaluatif

· Langkah 9: Evaluasi Rencana Strategis






Tahap Satu : Penelitian Formatif

Langkah 1 : Menganalisa Situasi :
Situasi yang terjadi dalam kasus ini adalah Kevin Aprilio yang di laporkan oleh ibunda dari penyanyi pendatang baru Helen Yosita, yaitu ibu Sriyatin dengan tuduhan penggelapan dana dan melanggar pasal 372 KUHP. Sebabnya, Kevin tidak mengembalikan uang Rp 1,13 miliar yang diinginkan Sriyatin setelah kontrak pembuatan album untuk Helen batal di tengah jalan .

Langkah 2: Menganalisa Organisasi  :
·         Lingkungan internal ( misi , kinerja dan sumber daya ) misi yang di miliki oleh Kevin Aprilio yaitu terus melebarkan sayap nya di dunia industri musik, tidak hanya industri musisi dalam negeri, tetapi memiliki misi untuk mengembangkan potensinya hingga tingkat Internasional dan tidak hanya berdiri sendiri melainkan merangkul orang lain yang memiliki potensi yang sama dengannya .
·         Persepsi publik ( reputasi )  sejauh ini kevin Aprilio memiliki persepsi yang baik terhadap Kevin, karena Kevin merupakan anak dari musisi yang memiliki citra yang baik selama karir nya yaitu pasangan Adi MS dan Memes, tidak hanya berlatar belakang seorang anak musisi ternama Indonesia, tetapi Kevin pandai dalam membuat lagu dan memainkan alat alat musik .
·         Lingkungan eksternal  ( pesaing, lawan, serta pendukung ) persaingan yang ketat di dalam industri musik, menumbuhkan musisi musisi pendatang baru yang memiliki talenta besar, secara tidak langsung pesaing pesaing dari dunia musik yang lainnya menjadi lawan di dalam industri musik bagi Kevin Aprilio, tetapi hal ini tidak membuat Kevin kehilanganpendukungnya. . .

Langkah 3: Menganalisa Publik :
Keinginan publik yaitu agar masalah dalam kasus ini berakhir dengan cepat dan adil, kebutuhan publik dan harapan tentang masalah ini  adalah setelah kasus ini selesai di tangani oleh pihak berwajib, Kevin dapat kembali bersinar di dunia musik dengan menciptakan atau membuat sesuatu yang baru, kreatif dan berkualitas, keterlibatan publik dalam komunikasi dan dengan berbagai media adalah publik dapat cepat mengetahui kasus ini karena dengan media massa yang mempermudah masalah ini muncul di permukaan sehingga pengembalian citra Kevin pun harus segera dilakukan agar tidak menjadi masalah dan pembicaraan publik yang berkelanjutan.

Tahap Dua : Strategi
Langkah 4 : Menetapkan Tujuan dan Sasaran :
Tujuan dari pencitraan kembali Kevin Aprilio agar misi utama dari Kevin Aprilio dapat berjalan dengan lancer dan semestinya seiring dengan perencanaan dari Public Relations, pencitraan tersebut dapat di mulai dari berita berita yang tersebar melalui media massa tentang kasus ini dapat teredam dan tidak kembali mencuat  ke permukaan, dengan langkah awal mengalihkan perhatian publik dengan meliput hal hal terbaru yang di buat oleh Kevin Aprlio, seperti membuat lagu baru, dan kegiatan kegiatan positif lainnya bersama dengan teman teman atau rekan kerja dari Kevin, sehingga publik akan tergeserkan perhatiannya dari kasus yang sedang terjadi .




Langkah 5: Merumuskan Aksi dan Response Strategi :
Aksi aksi yang dapat di lakukan untuk pencitraan kembali Kevin, dengan melakukan aksi aksi seperti melakukan aktivitas positif seperti biasanya dengan rekan kerja maupun teman dan sahabat dengan di liput oleh media massa yang kemudian di tayangkan secara nasional. Jika para awak media menanyakan hal hal yang menyangkut tentang perkembangan kasus Kevin, Kevin akan menjawab berupa klarifikasi bahwa dia tidak bersalah dalam hal ini melainkan hanya kesalah pahaman saja dan kasus ini telah di serahkan kepada kuasa hukum dari Kevin yang lebih paham terhadap kasus hukum yang sedang berjalan, Kevin pun tetap selalu meminta dukungan dari para fans dan para sahabatnya melalui media massa, kasus ini tidak menghentikan karir Kevin dalam menciptakan lagu yang di gemari oleh kalangan remaja dan anak muda .

Tahap Tiga: Taktik
 Langkah 6: Merancang Komunikasi Efektif
Merancang pesan yang akan dikomunikasin kepada publik, dengan menggunakan media massa, dikomunikasikan secara merata dalam penyampaiannya kepada publik serta menggunakan komunikasi yang efektif agar semua kalangan dapat memahami dan tujuan dari komunikasi tersebut berjalan sesuai rencana .

Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
Srtategi atau taktik yang di gunakan dalam pengembalian citra musisi Kevin Aprilio dengan cara melakukan konferensi pers, kemudian di lanjutkan dengan media massa yang di kontrol agar dapat meliput dan menayangkan kegiatan kegiatan positif Kevin, menunjukan kepada publik bahwa Kevin tidak bersalah dalam kasus ini sehingga dia dapat tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya, terus berkarya di bidang musik dengan menciptakan lagu lagu tanpa ada hambatan, sehingga taktik ini diharapkan dapat mengembalikan persepsi publik tentang citra Kevin Aprilio .

Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis :
Pada langkah pelaksanaan rencana strategis dilakukan pengembangkan anggaran, jadwal dan mempersiapkan untuk melaksanakan taktik komunikasi agar pengembalian citra akan berjalan sesuai dengan tujuan awal .

Tahap Empat: Penelitian evaluasi
Langkah 9 : Evaluasi Rencana Strategis :
Elemen perencanaan akhir, untuk mengukur efektivitas setiap taktik yang direkomendasikan dalam memenuhi tujuan yang telah ditetapkan, sejauh mana tingkat keberhasilan perencanaan Public Relations berjalan sesuai dengan tujuan dan misi dalam hal ini pengembalian citra .



RANGKUMAN BUKU EFFECTIVE PUBLIC RELATIONS
(Scott M. Cutlip, Ellen H. Center, Glen M.Broom )

Disusun untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations








  

Oleh :

Revina Mandala Putri (41153030120006)



ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG
2014

BAB 16
PEMERINTAHAN DAN PUBLIC AFFAIRS
Spesialis PR pemerintahan biasanya disebut pejabat public affairs di AS dan pejabat informasi atau penerangan atau pejabat hubungan masyarakat ( humas ) di Negara lain, adalah penghubung penting antara rakyat dan pemerintahan.

TUJUAN PUBLIC AFFAIRS DI PEMERINTAHAN
Pemerintahan menyentuh setiap aspek masyarakat, dan hamper semua bagian pemerintah mengandalkan pada orang – orang public affair (humas), tujuan dari humas pemerintahan, terlepas dari level dan tipe pemerintah, setidaknya mengandung tujuan yang sama :
1.         Memberi informasi tentang aktivitas pemerintahan
2.         Memastikan kerja sama aktif dalam program pemerintahan
3.         Mendorong warga mendukung kebijakan
4.         Melayani sebagai advokat public untuk adsministrator pemerintah
5.         Mengelola informasi internal
6.         Memfasilitasi hubungan media
7.         Membangun komunitas dan bangsa

MEMBERI INFORMASI KONSTITUTEN
Tugas utama praktisi public affairs atau humas pemerintaha adalah member informasi, dan fungsi informasi ini bias bersifat global, ketika kebutuhan member informasi ini harus melampaui batas Negara untuk diberikan kepada kawan atau untuk memperingatkan.
Bagi AS, setiap departemen federal dan agen federal menggunakan fungsi humas, mulai dari layanan informasi individual sampai menggunakan perusahaan PR di New York yang besar dan canggih. Terlepas dari besarnya, fokusnya adalah menyiapkan dan memberi informasi kepada audien umum dan spesifik tentang layanan organisasi.

MEMASTIKAN KERJA SAMA AKTIF DI DALAM PROGRAM PEMERINTAHAN
Tanpa warga yang aktif dan punya informasi, pejabat mungkin tidak akan mengetahui kebutuhan dan kepentingan sesungguhnya dan konstituen mereka.Poinnya adalah bahwa penggunaan humas sebagai aktivis simetris dua arah dimana praktisi menggunakan humas untuk membantu memahami public, adalah refleksi dari sifat kebebasan media.Semakin independen media beritanya, semakin bebas spesialis humas untuk menjalankan humas secara responsive, Reporter Without Borders menyusun : “World Press Freedom Ranking “ yang menyebut media di Negara maju sebagai media :bebas”, di Negara berkembang dideskripsikan sebagai “bebas sebagian” atau “tidak bebas”. Bahwa semakin bebas system medianya, semakin besar ia melibatkan lingkungan di mana praktisi humas menjalankan aktivitasnya tanpa rektriksi pemerintahan yang tak perlu.

MEMBANGUN DUKUNGAN WARGA NEGARA
Sasaran spesifik dari humas akan bervariasi dari satu agen ke agen lainnya, tetapi justifikasi dasar untuk humas pemerintah semuanya didasarkan pada dua premis utama :
1.         Pemerintahan yang demokratis harus melaporkan aktivitasnya kepada warga
2.         Adsministrasi pemerintahan yang efektif membutuhkan partisipasi dan       dukungan warga


BERFUNGSI SEBAGAI ADVOKAT PUBLIK
Pemerintahan adalah institusi public, yetapi pemerintahan dicirikan oleh keruwetan birokratik yang sering berkontradiksi fungsi layanannya. Praktisi yang mewakili kebutuhan untuk mengomunikasikan agenda organisasi dan kebutuhan untuk mengkomunikasikan keinginan public kepada organisasi .

PEMERINTAHAN ELEKTRONIK DAN PARTISIPASI WARGA
Pemerintahan di Negara demokrasi yang maju menganggap informasi sebagai masalah hak asasi bahwa warga Negara berhak untuk mendapat informasi tentang kerja pemerintah. Pada tahun 2000, Swedia menjadi Negara pertama di dunia yang mengadopsi kebijakan yang mempromosikan penggunaaan teknologi komunikasi dan informasi untuk memperkuat demokrasi. Meskipun AS secara resmi bukan merupakan “bangsa informasi” sperti Swedia, pemerintahan federalnya menggunakan teknologi komunikasi dan informasi untuk memberikan berbagai layanan kepada rakyat Amerika dan mendorong partisipasi warga dalam tata kelola pemerintahan – pemerintahan elektronika .

MENGELOLA INFORMASI INFORMASI INTERNEAL
Komunikasi internal adalah fungsi utama lainnya dari Humas pemerintahan, departemen pertahanan sangat unggul dalam mengelola informasi internal, dan keunggulan ini memperkuat citra eksternalnya.

MEMFASILITASI HUBUNGAN MEDIA
Tradisi demokrasi mensyaratkan agar agen pemerintah Negara dapat diakses oleh media berita, dan karenanya hubungan media adalah fungsi dasar dari petuga humas. Sifat dari program pemerintahan sangat penting dan karenanya minat juga tinggi. National Media Desk daro office of Communication di Forest Service dibentuk secara khusu untuk memberikan informasi akurat dan tepat waktu kepada media tentang bebrbagi kebijakan, program dan aktivitas Forest Service .
MEMBANGUN KOMUNITAS DAN BANGSA
Karena praktik public affairs menekankan pada manajaemen hubungan, maka banyak perhatian diberikan kepada perannya dalam komunitas dan pembangunan nasional dan dalam onterpendendi regional, pemerintah menggunakan kampanye pembangunan nasional .

RINTANGAN UNTUK HUMAS PEMERINTAHAN YANG EFEKTIF
Praktisi humas di pemerintahan menciptakan banyak dialog bermanfaat untuk membuat demokrasi bias berjalan. Mereka mengemban kewajiban warga sebagai perantara anatara pejabat dan stafnya dengan warganya, tetapi ada tiga isu yang merintangi pembentukan dan pemeliharaan hubungan pemerintah dengan warga :
·         Kredibilitas yang Diragukan
Kpervayaan dan keyakinan public terhadap praktisi humas pada umumnya, dan pemerintah pada khususnya telah menjadi isu, setiap praktisi di anggap mencerminkan nilai dan etika praktisi itu .
·         Apati Publik
Berbeda dengan kebanyakan operasi nisnis, praktisi pemerintahan biasanya tidak dapat menargetkan pada segmen kecil dari public yang luas untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan mengabaikam segmen lain. Munculnya apati public adalah fakta tak terbantahkan dalam kehidupan public.
·         Permusuhan Legislatif
Fungsi humas telah lama dibentuk pemerintahan, tetapi fungsi ini belum sepenuhnya efektif atau menikmati status terhormat seperti yang dirasakan praktisi di bidang swasta .
Jadi penggunaan PR pertama yang efektif untuk mempromosikan penerimaan, kebijakan adsministrasi membuat kongres membatasi fungsi ini di dalam badan eksekutif.

HUBUNGAN MEDIA – PEMERINTAH
Sejak awal pemerintahan Amerika, First Amendement sampai Konstitusi telah menjamin kebebasan pers.
Ø  Akses Media ke Pemerintah
Dimasa yang lebih baru, kebebasan konstitusional yang menjamin pers telah dikembangkan dan diklarifikasi. Akses ke informais pemerintah, selain kebebasan berbicara atau menulis tentang pemerintahan, telah dikodifikasikan dalam kebebasan legislasi informasi dan :sunshine law”. Hak akses ke informasi pemerintahan dan rapat pemerintahan sangatlah penting. Gagasan media baru yang tidak sekedar bertanggung jawab member fakta dan kolom editorial kini menjadi gagasan yang makin diterima.
Ø  Ketergantungan Pemerintah Kepada Media
Hubungan anatara jurnalis dan pemerintah adalah keharusan sekaligus menjadi rintangan bagi komunikasi pemerintah dengan warganya. Standar yang di pakai oleh reporter dan komunikator pemerintah untuk mendefinisikan berita biasanya sangat berbeda, media berita tidak punya sumber daya untuk meliputi semua kegiatan public yang dilakukan pemerintah, sebagian karena tidak cukup jurnalis yang bias menelusuri semua aktivis dan perkembangan dalam banyak agen di semua level pemerintah.
Ø  Pemberitaan tentang Pemerintah oleh Media
Berita tentang pemrintahan beberapa waktu lalu adalah sekedar soal kepribadian, kampanye politik, hilangnya kepervayaan dan sejenisnya. Media telah membuat banyak kemajuan dalam pemberitaan tentang pemerintah, namun kebutuhan untuk memperkuat dan melengkapi pelaporan media kini semakin besar. Problem dalam pelipitan media terhadap pemerintah federal tidak selalu merupakan akibat kesalahan media atau wartawannya.



HUMAS MILITER
Humas Militer bertugas membentuk opini public tentang angkatan bersenjata, mempertahankan atau meningkatkan semangat tentara, mencari dukungan financial untuk program-programnya dan memperluas pemahaman dukungan public. Tetapi pandangan dan hubungan public Amerikan dengan Militer berubah dramatis pada 1990-an dan melemahkan upaya perekrutan dan dukungan legislatif. Program dan kebijakan militer sering kali di kritik di media berita, beberapa kalangan merekomendasikan agar baik itu humas militer maupun jurnalisme militer menggunakan program pendidikan yang ketat untuk memahami pihak lain.

PEMERINTAHAN SEBAGAI BISNIS
Era 1990-an melahirkan perubahan pada cara agen agen pemerintahan mengintegrasikan aktivitasnya ke dalam masyarakat, dianatar perubahannya adalah sebagai berikut :
1.         Meningkatnya kesadaran di kalangan entitas pemerintahan akan      kebutuhanuntuk bersaing        dengan agen pemerintah lain.
2.         Makin banyak pengamat yang mengatakan bahwa pemerintah harus di        jalankan seperti menjalankan bisnis.
3.         Meningkatnya kebutuhan pejabat federal dan Negara untuk mencari nasihat           dan bantuan    dari warga telah menyebankan lahirnya regulasi baru.

HUMAS DALAM POLITIK
Selama ada peminpin dalam masyarakat, selalu ada hubungan cinta benci antara yan diperintah dengan yang memerintah, politisi menghabiskan banyak waktu dalam karier mereka untuk melayani warga tetapi ternyata kemudian tersingkir dari jabatannya. Tantangannya untuk memimpin dan melayani di tengah tengah konflik yang konstan ini adalah sulit bagi setiap politisi atau organisasi.