Minggu, 06 April 2014


KONTRUKSI MEDIA MASSA

Disusun untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations














Oleh :

Revina Mandala Putri (41153030120006)




ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG
2014




Sejak terpilihnya Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, hampir semua polah tingkah Jokowi menjadi sorotan media, baik televisi maupun cetak. Topik mengenai Jokowi pun mewarnai berbagai wajah media.
Seorang pengamat mengomentari penampilan seorang tokoh masyarakat yang mempunyai kedudukan sebagai Gubernur, yaitu Joko Widodo. Mengapa ia yang sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi telah menjadi demikian popular,Bahkan dalam hubungan mencari capres untuk menghadapi Pilpres 2014, Jokowi tampil sebagai tokoh yang paling populer di antara semua nama bakal capres yang telah muncul. Pengamat tersebut menyimpulkan Gubernur DKI Joko Widodo menjadi populer karena media massa hampir setiap hari pasti memberitakan kegiatan Gubernur DKI Joko Widodo atau Wakil Gubernur Ahok, sehingga mereka berdua selalu muncul dalam media massa yang terbit di Jakarta.

Pemilu legislatif dan pemilihan presiden sudah di depan mata. Banyak parpol dan capres berlomba mengadu strategi demi menarik hati rakyat agar menang. Salah satunya yang dilakukan kandidat presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo alias Jokowi. Tim mereka dikabarkan membentuk semacam jaringan udara yang bergerak melalui jaringan internet. Mereka masuk melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter serta banyak media massa online. Bahkan, kabarnya mereka menarik banyak orang untuk dilibatkan dalam serangan udara tersebut. Sebagian besar dibayar sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kepala hanya untuk membuat ramai dunia maya dengan isu-isu soal Jokowi. Kebanyakan itu penjaga toko, penjaga gerai telepon seluler, ada juga yang tukang becak," ujar salah seorang sumber saat berbincang dengan Tribunnews, Minggu (30/3/3014). Cara kerja mereka pun cukup unik dan mudah. Mereka hanya memantau pemberitaan lalu memberikan komentar baik di media massa online ataupun di jaringan sosial media seperti Facebook dan Twitter. "Jadi, ada pemimpinnya dari orang terdidik biasanya dia komentar dulu halus dulu komentarnya. Lalu setelah itu buntutnya banyak. Makanya kalau dilihat komentar mereka kasar-kasar kan," katanya.Modus lainnya yang biasa dipakai kata sumber tersebut adalah dengan membuat akun di Facebook dan Twitter. Yang fenomenal ada di Twitter dua akun bernama RamalanBintang dan InfoCewek. Kedua akun tersebut sudah memiliki jutaan follower atau pengikut. Dalam akun ini sebenarnya tidak ada yang istimewa, hanya saja beberapa momen nama Jokowi kadang disisipkan. "Kaya akun RamalanBintang, infonya soal zodiak tapi kadang diselipin nama Jokowi. Ada juga di Kompasiana akunnya tiga biasa komentar kalau terkait Jokowi,"ujar sumber tersebut. Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan adanya tim udara tersebut. Hanya saja ia mengaku tidak tahu mendetail soal adanya massa bayaran yang dikerahkan untuk membuat ramai dunia maya. "Iya (memang ada tim udara), tapi aku tidak tahu detailnya. Banyak yang daftar," ujarnya. Eva mengatakan pihak Seknas Jokowi juga sudah menyiapkan tim kampanye udara di media sosial dan media massa online. "Ada juga Seknas nyiapkan tim udara, spin doctornya Kartika Djoemadi,"ujarnya.Adanya upaya melakukan serangan udara tersebut kata Eva membuat banyak orang ramai-ramai berbondong ingin mendaftar dan menjadi bagian dari tim. Bahkan, sampai ke luar negeri."Sudah ada DC, Berlin dan China serta Australia, menyusul Jeddah,"ujarnya. (tribunnews)
Menurut Panuju (2002), persoalan-persoalan yang dilansir media massa membentuk peta pemikiran (politik) dalam masyarakat. Para ahli politik yakin bahwa sumber informasi yang paling utama berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat adalah media massa terutama televisi. Artinya bahwa setiap individu yang berhadapan langsung dengan dunia politik meyakini bahwa tanggung jawab mereka terhadap kinerja masing-masing akan mudah memberi gambaran di masyarakat melalui media massa, dan kemudian masyarakat akan menganggap apa yang dianggap media massa sebagi realitas merupakan sebuah kebenaran.
Dalam tulisan ini, penulis hanya menyoroti salah satu aspek yang paling menonjol, yakni sistem media massa dalam mengkonstruksi realitas citra Jokowi. Serta menjelaskan bagaimana sistem media massa kemudian memproduksi elemen-elemen yang membentuk dirinya sendiri, Luhmann menyebutnya sebagai sistem autopoietic. Sistem autopoietic memiliki kecendrungan bahwa pada dirinya sendiri memiliki ketetapan nilai yang relevan bagi dirinya (self-reference). Serta tertutup dan tidak memiliki kaitan secara langsung dengan lingkungannya. Sistem autopoietic mampu menghasilkan elemen-elemen dasar yang membentuk dirinya sendiri (self creation). Sistem tersebut juga mampu mengorganisasikan diri (self organizing), mengorganisasikan batasan-batasan dan struktur internalnya sendiri.



SUMBER :

DETIKNEWS,  17 Januari 2014

TRIBUNNEWS

Panuju, Redi. (2002). Relasi Kuasa Negara, Media Massa dan Publik, Pertarungan Memenangkan Opini Publik dan Peran Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Luhmann, Niklas. (2000). The Reality of Mass Media (Trans. Kathleen Cross). Cambridge: Polity Press.

http://zianpradhana.wordpress.com/2014/01/27/kepemimpinan-joko-widodo-media-darling-dan-optimisme-semu-masyarakat-sebagai-konstruksi-realitas-media-massa/

                                                                                                            

Jumat, 21 Desember 2012

Kaya ilmian merupakan hasil pemikiran sesorang yang di tuangkan dalam tulisan berdasarkan penelitian ilmiah yang telah di telitinya. Dikatakan karya ilmiah jika tulisan itu mengadung beberapa syarat karya ilmiah yaitu

  1. Isi dari pembahasannya tidak terlepas dari ruang lingkup pengetahuan ilmiah
  2. Dalam menusun Karya tulis Ilmiah Menggunakan pola berfikir ilmiah
  3. Dari segi tulisannya terlihat sosok tulisan ilmiah
  4. dll
Contoh karya tulis ilmiah ini saya rasa sudah lebih dari cukup mengandung beberapa sayarat karya tulis ilmiah. Dibawah ini meupakan Karya tulis ilmiah, silahkan anda baca mudah mudahan bermanfaat



KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, karyailmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunyaAdapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Antropologi Budaya, pada semester IV, di tahun ajaran 2008, dengan judul Etos, Fokus dan UnsurKebudayaan Suku Jambi di Indonesia. Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih mengenal tentang etos dan kebudayaan yang berkembang di Jambi, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia dan seringkali luput dari pengamatan kita sebagai masyarakat Indonesia.

Dalam penyelesaian karya ilmiah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Bpk. Djaya, yang tidak lelah dan bosan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada kami setiap saat.
  2. Orang Tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik secara moral maupun spiritual.
  3. Narasumber terpecaya dalam penelitian ini yang sudah banyak membantu, Keluraga besar Juliana Tanjung atas kesediannya memberikan waktu untuk melakukan pengamatan, Fraida, Novi dan Yanuar atas wawancaranya, serta semua pihak yang ikut membantu dalam pencarian data dan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik, yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Terima kasih atas semuanya.

Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Harapan kami, semoga karya ilmiah yang sederhana ini, dapat memberi kesadaran tersendiri bagi generasi muda bahwa kita juga harus mengetahui adat dan kebudayaan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, karena kita adalah bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia tercinta.
Tim Penyusun
ABSTRAK
Karya ilmiah yang berjudul Etos, Fokus dan Unsur Kebudayaan Suku Jambi di Indonesia ini membahas keseluruhan tentang kebudayaan Jambi, yang terkadang sering luput dari pandangan kita sebagai Warga Negara Indonesia. Bagaimana perkembangannya dari tahun ke tahun apakah mengalami perbedaan secara adat karena perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ataukah tetap berjalan seperti dahulu (mulai terbentuknya). Contoh Karya Tulis Ilmiah

Tujuan pemulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberitahukan kepada orang banyak tentang etos, fokus dan kebudayaan dari suku Jambi, agar mereka semua dapat mengetahui keberagaman kebudayaan dari setiap suku-suku di Indonesia secara luas dan menyeluruh, termasuk salah satunya adalah suku Jambi.

Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan melakukan Studi Pustaka. Kami mencari bahan-bahan tentang kebudayaan Jambi lewat Internet, juga melalui buku-buku ensiklopedia tentang kebudayaan dan keanekaragaman suku di Indonesia. Tidak hanya itu, untuk memperkuat penelitian ini, kami juga melakukan pengamatan secara langsung dengan salah satu keluarga Jambi di Jakarta selama dua hari. Dengan ikut tinggal bersama-sama mereka dan mengamati tingkah laku mereka. Kami juga melakukan wawancara, baik secara langsung kepada warga jambi yang tinggal di Jakarta maupun secara tidak lagsung seperti wawancara melalui telepon, email, dan chatting lewat internet kepada warga Asli Jambi yang tinggal di Jambi.

Berdasarkan hasil penelitian, kami mengetahui bahwa kebudayaan suku Jambi di Indonesia sendiri ternyata masih berbau adat leluhur yang kental dengan nilai dan norma-norma istiadat seadri dulu. Ini terus berlangsung sampai sekarang. Tetapi kerap dengan perubahan dan kemajuan teknologi, Jambi juga ikut diramaikan dengan warga pendatang, khususnya dari cina, Sehingga unsur-unsur kebudayaan Jambi terkadang berbaur dengan adat kebudayaan Cina.
BAB 1
PENDAHULUAN
Contoh Karya Tulis Ilmiah

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah yang terbentang di sekitarnya. Ini menyebabkan keanekaragaman suku, adat istiadat dan kebudayaan dari setiap suku di setiap wilayahnya. Hal ini sungguh sangat menakjubakan karena biarpun Indonesia memiliki banyak wilayah, yang berbeda suku bangsanya, tetapi kita semua dapat hidup rukun satu sama lainnya.

Namun, sungguh sangat disayangkan apabila para generasi penerus bangsa tidak mengtehaui tentang kebudayaan dari setiap suku yang ada. Kebanyakan dari mereka hanya mengetahui dan cukup mengerti tentang kebudayaan dari salah satu suku yang ada di Indonesia, itu juga karena pembahasan yang sering dibahas selalu mengambil contoh dari suku yang itu-itu saja.

Jambi adalah salah satu suku di Indonesia yang terletak di kepulauan Sumatra. Banyak yang tidak mengetahui bahwa Jambi juga mempunyai banyak hal-hal menarik yang dapat dijadikan ”berita utama”, tetapi amat disayangkan bahwa yang sering sekali di ekplorasi adalah wilayah-wilayah tetangganya; seperti Sumatra Barat (Padang) dan Sumatra Utara (Batak). Untuk itu, kami disini ingin menyajikan liputan yang tidak kalah menarik, yang berasal dari suku Jambi.
B. Identifikasi Masalah

Melihat semua hal yang melatarbelakangi Kebudayaan Jambi maka, kami menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada :
  1. Kurangya perhatian dari masyarakat kebanyakan pada kebudayaan Jambi. Sehingga kurangya pengetahuan masyarakat tentang Suku Jambi.
  2. Tidak meratanya bahan pembelajaran tentang suku Jambi yang dijadikan contoh oleh para pengajar.
C. Pembatasan Masalah
Karena cangkupan kebudayaan yang begitu luas dan meliputi berbagai aspek kehidupan, maka kami hanya membataskan penelitian hanya dari segi Tujuh Unsur Kebudayaan dan Etos Kebudayaan dari Suku Jambi. Serta perkembangnnya sampai dengan sekarag ini.
D. Perumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identiikasi masalah diatas, maka kami dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut:
”Bagaimana Etos dan Unsur Kebudayaan Jambi serta Perkembangannya sekarang ini?”
E.Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah sebagai informasi bagi masyarakat Indonesia termasuk didalamnya adalah pengajar dan pelajar agar lebih memahami tentang Etos, Fokus dan Unsur Kebudayaan Suku Jambi di Indonesia.
F. Tujuan Penulisan

Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi para remaja dalam pemahaman tentang Etos, Fokus dan Unsur Kebudayaan Suku Jambi di Indonesia. Secara terperinci tujuan dari penelitian ini adalah:
  1. Mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang kebudayaan Jambi
  2. Mengetahui sampai sejauh mana perkembangan kebudayaan Jambi.

G. Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan metode observasi atau teknik pengamatan langsung, teknik wawancara, dan teknik studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, kami juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu, Internet.

H. Hipotesis
Penelitian ini dilakukan berangkat dari keyakinan penulis setelah cukup melakukan pengenalan secara meluas terhadap masalah yang diangkat. Adapun keyakinan atau hipotesis tersebut adalah “Kurangya pemahaman masyarakat terhadan suku-suku di Indonesia yang sering luput dari perhatian mereka” Hal ini, menjadi salah satu faktor yang paling dominan untuk dapat dikatakan sebagai “penyebab”.

I. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Jakarta dalam jangka waktu satu bulan. Dimulai dari pengumpulan data, kegiatan lapangan hingga penulisan hasil akhir penelitian.
J. Sistematika Penulisan

Pada karya ilmiah ini, akan dijelaskan hasil penelitian dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, kegunaan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, hipotesis, waktu dan lokasi penelitian, sampai terahir kepada sistematika penelitian. Dilanjutkan dengan bab ke dua yang berisi tentang kerangka teoritis yang terdiri dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh ahli.

Bab berikutnya, kami membahas secara keseluruhan tentang masalah yang diangkat, yaitu tentang Etos, Fokus dan Kebudayan Suku jambi di Indonesia. Termasuk didalamnya biodata dari para narasumber kami.
Bab keempat merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini, penulis menyimpulkan uraian yang sebelumnya sudah disampaikan, dan memberi saran mengenai apa yang baiknya kita lakukan agar tetap memahami kebudayaan dari setiap suku bangsa di indonseia.
BAB II
KERANGKA TEORITIS
Contoh Karya Tulis Ilmiah

A. Definisi Kebudayaan

1. Definisi Etimologis
Kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi dan akal). Sedangkan, dalam bahasa Inggris, kebudayaan berarti culture yang berasal dari bahasa Latin colere yang artinya mengolah atau mengerjakan tanah atau bertani.
2. Definisi Konseptual
Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kepercayaanm kesenian, moral, hokum, adapt istiadat, dan kemampuan lainnya yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Selo Soemardjan dan Soelarman Soemadi
Kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta manusia.

Ralph Linton
Kebudayaaan adalah keseluruhan pengetahuan, sikap, dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.

Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tingkah laku, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
3. Definisi Operasional
Kebudayaan adalah sekumpulan adat, tradisi, nilai, norma, dan tata cara hidup yang dijalankan oleh suatu kelompok masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Misalnya adapt dari orang tua ke anak-anaknya; setiap hari sabtu minggu adalah hari untuk keluarga berkumpul. Tiddak ada kegiatan yang tidak dilakukan bersama-sama. Pergi, makan, dan lain-lain dilakuan bersama-sama.
B. Definisi Masyarakat

1. Definisi Etimologis

Masyarakat sebagai terjemahan dari istilah society (dalam bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin, yaitu societas yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya memiliki perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan.
2. Definisi Konseptual
Emile Durkheim
Masyarakat adalah suatu kenyataan obyektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

Max Weber
Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai dominan dalam warganya.

Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomis.

Conrad Kottack
Masyarakat adalah hidup yang terorganisir di dalam kelompok.

Carol and Melvin Ember
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu, bicara dalam bahasa yang sama yang tidak secara umum dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Definisi Operasional
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup dalam suatu lingkungan yang sama dengan cukup lama, mandiri, memiliki kebudayaan yang sama dan turut serta memiliki kegiatan dalam lingkungan tersebut
C. Definisi Sosiologi

1. Definisi Etimologis

Menurut Auguste Comte, istilah sosiologi berasal dari kata socius dan logos. Socius merupakan bahasa Latin yang berarti kawan atau teman. Sedangkan, logos merupakan bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Jadi, sosiologi memiliki arti berbicara mengenai masyarakat.
2. Definisi Konseptual
William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaah pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

Selo Soemardjan dan Soelarman Soemadi
Sosiologi adalah ilmu kenasyarakatan yang mempelajari struktur social, proses social termasuk perubahan social.

Pitirim Sorokin
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari:
  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala ekonomi, agama, keluarga, dan moral.
  2. Hubungan dan pengaruh timbale balik antara gejala sosial dan gejala non-sosial, misalnya gejala geografis dan biologis.
  3. Ciri-ciri umum semua jenis gelaja sosial yang lainnya

3. Definisi Operasional
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup dalam suatu lingkungan yang sama dengan cukup lama, mandiri, memiliki kebudayaan yang sama dan turut serta memiliki kegiatan dalam lingkungan tersebut
BAB III
PEMBAHASAN
Contoh Karya Tulis Ilmiah

A. Unsur Kebudayaan

1. Sistem Agama

Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam, yang kemudian disusul dengan agama Budha dan Kristen protestan. Mungkin ini juga karena dipengaruhi oleh warga pendatang yang datang ke Jambi yang kebanyakan berasal dari keturunan Cina atau TiongHua. Dalam tabel dibawah ini, dapat kita lihat persentase agama yang dianut masyarakat Jambi.


2. Sistem Bahasa

Bahasa Jambi adalah salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang digunakan khususnya di wilayah Jambi bagian selatan, Provinsi Riau.

Ada dua kontroversi mengenai bahasa Jambi dengan Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap ini sebagai dialek melayu karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan didalamnya. Sedangkan yang lain justru beranggapan, bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu.

Orang Jambi senang menggunakan kata-kata arif serta pepatah-pepatah. Kata-kata kiasan umumnya berpedoman pada alam sekitarnya. Ketinggian martabat seseorang juga dapat ditandai dengan kemahirannya menggunakan kata-kata arif dan kiasan. Mereka tidak mengenal adanya perbedaan bahasa yang menunjukkan stratifikasi sosial dalam masyarakat.

Bila didengarkan dengan seksama, maka bahasa Jambi terdengar hampir serupa dengan bahasa Padang, yang selalu diakhiri dengan kata ”o”. Hal ini mungkin dikarenakan suku Jambi dan suku Padang terletak dalam satu pulau yang sama yaitu, Kepulauan Sumatra.

3. Sistem Kekerabatan Bilateral
4. Sistem Mata Pencaharian

Mata pencaharian masyarakat Jambi adalah bertani, berladang dan melaut Di Jambi sendiri kebanyakan daerahnya adalah berupa hutan. Sehingga mata pencaharian mereka didominasi oleh para petani biasanya pula mereka yang bertani berasal dari pedesaan. Dalam hal bertani, sama seperti kota-kota lainnya yang terletak di daratan rendah, adalah bertanam padi pada lahan kosong.

Sedangkan dalam hal melaut, mencari ikan di sungai merupakan mata pencaharian tambahan, begitu juga mencari dalam hal mencari hasil hutan. Usaha-usaha tambahan ini biasanya dilakukan sambil menunggu panen atau menunggu musim tanam berikutnya.

Karena di Jambi sendiri juga dihuni oleh masyarakat keturunan TiongHua, maka di zaman sekarang ini banyak pula warga masyarakat kaeturunan Cina di Jambi yang mencari pendapatan melalui proses berdagang. Ada yang berdagang mas, berdagang sembako dan adapula yang berdagang bahan-bahan material.

5. Sistem Pengetahuan
Jambi memiliki adat istiadat yang berdasarkan hukum islam sehingga secara garis besar segala pengetahuan dasar budaya Jambi bersumber pada ajaran Al-Quran. Sistem pengetahuan mereka juga dipengaruhi oleh kepercayaan tradisional. Pengetahuan dasar ini mereka terapkan pada segala aspek kehidupan, termasuk kehidupan pertanian dan pengobatan.

Pengetahuan tentang pertanian mereka terapkan terhadap alam, terutama yang berkaitan dengan musim.

Masyarakat Jambi terutama merka yang tinggal di pedalaman juga memakai obat-obat tradisional dalam proses penyembuhan orang sakit. Mereka menggunakan beberapa jenis tumbuhan alam dan minyak alami untuk dijadikan ramuan obat, misalnya ramuan obat untuk menyembuhkan penyakit demam yang berupa daun sitawar, sedingin, kumapai. Cekun, kunyit polai, dan jerangau. Di samping itu, juga digunakan berbagai jenis jeruk, akar kayu, bunga-bungaan, kepala muda, pinang, dll. Untuk bahan penangkal atau jimat kadang mereka menggunakan sisa-sisa besi dan benang warna. Benda-benda ini baru dapat dijadikan obat dan berkhasiat setelah dimantrai dukun. Hal ini dilakukan karena pengaruh dari kepercayaan tradisional. Mereka percaya bahwa penyakit disebabkan oleh roh jahat atau setan yang merasuk dalam tubuh. Cara penyembuhannya adalah dengan mengusir roh tersebut yangbiasa dilakukan oleh dukun. Sambil mengobati orang yang sakit itu, ia melakukan doa ritual. Biasanya ia membakar kemenyan sambil mengucapkan jampi-jampi. Beberapa doa penyembuhan lainnya digunakan bahasa Arab dan kadang-kadang ayat Al-Quran.

Bahkan, peristiwa melahirkan pun dapat ditangani dengan pengetahuan tradisional yang mereka miliki. Perempuan yang siap untuk melahirkan anak diberi minuman tradisional untuk memudahkan proses melahirkan. Sebetulnya, perempuan yang akan melahirkan ditolong oleh 2 orang. Seorang yang mendorong anak dari kandungan dan seorang yang menerima anak pada saat keluar dari kandungan. Walaupun demikian, aturan medis modern menolak melahirkan anak seperti yang digambarkan diatas, tetapi kelihatannya orang Jambi yang tinggal di pedalaman sudah cukup lama menggunakan metode ini, tidak membahayakan kesehatan si perempuan atau si anak.



Jenis Tumbuhan Yang Bermanfaat Bagi Orang Rimba
  1. Tubo ubi √ Umbi
  2. Duku √ Buah
  3. Durian √ Buah
  4. Manggis √ Buah
  5. Aren √ Buah
  6. Petai √ Buah
  7. Bayih √ Batang
  8. Manau √ Batang
  9. Rotan sabut √ Batang
  10. Rotan tebu-tebu √ Batang
  11. Rotan gelang √ Batang
  12. Rotan balam √ Batang
  13. Bedaro putuh √ Akar
  14. Selasih √ Akar
  15. Sirih hutan √ daun
  16. Ketepeng √ Daun
  17. K. Sakit pinggang √ Kulit
  18. Pisang-pisang √ Batang
  19. Keduduk √ Buah
  20. Kayu pengasih √ Batang

Contoh Karya Tulis Ilmiah
2. Jenis (Species) Tumbuhan Obat-Obatan Yang Dimanfaatkan Orang Rimbo Sungai Keruh Dan Sungai Serdang
  1. Bedaro Putih Euracum Equesitifilia - Jarang
  2. Kayu Bengkak Belum Terindentifikasi - Jarang
  3. Kayu Obat Kepala Belum Terindentifikasi - Jarang
(Sumber: Hasil Penelitian Kerinci Seblat Integrated Conservation and Development Project
Kerjasama Pusat Penelitian IAIN Sulthan Thaha Syaufuddin Jambi Tahun 1999)



6. Sistem Teknologi (Peralatan dan perlengkapan hidup)

A. Busana Tradisional Melayu Jambi

Suku Melayu Jambi adalah sebutan bagi orang-orang Melayu yang mendiami daerah sepanjang sungai Batang Hari, propinsi Jambi.

Dalam berbusana kaum wanita sehari-hari pada awalnya hanya dikenal dengan kain dan baju tanpa lengan.
Sedangkan kaum prianya mengenakan celana setengah ruas yang melebar pada bagian betisnya dan umumnya berwarna hitam, sehingga lebih leluasa geraknya dalam melakukan kegiatan seharihari. Pakaian untuk pria ini dilengkapi dengan kopiah sebagai penutup kepala.

Pada perkembangan berikutnya dikenal adanya pakaian adat. Pakaian adat ini lebih mewah daripada pakaian sehari-hari yang dihiasi dengan sulaman benang emas dan pemakaian perhiasan sebagai pelengkapnya.



B. Pakaian Adat Pria

Laki-laki suku Melayu Jambi dalam berpakaian adat mengenakan lacak di kepalanya.Lacak ini terbuat dari: kain beludru warna merah yang diberi kertas tebal di dalammnya agar menjadikannya keras. Tutup kepala ini memiliki dua bagian yang menjulang tinggi, dengan julangan yang lebih tinggi pada bagian depannya.

Sebagai hiasan terdapat lukisan flora dari daun, tangkai clan bunga yang akan mekar. Bagian pinggir sebelah kanan diberi lukisan tali runci, yang diimbangi oleh penempatan bungo runci di sebelah kiri. Bungo runci ini berwarna putih dirangkai dengan benang, dapat berupa bunga asli atau tiruannya. Bajunya disebut baju kurung tanggung berlengan panjang. Disebut tanggung karena panjangnya hanya sedikit di bawah siku tidak sampai ke pergelangan tangan.

Hal ini mengandung makna seseorang harus tangkas clan cekatan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan. Bahannya terbuat dari beludru warna merah diberi sulaman benang emas. Bagian tengahnya terdapat motif kembang bertabur atau kembang tagapo dan kembang melati, sedang bagian pinggirnya bermotifkan kembang berangkai atau pucuk rebung. Penutup bagian bawah disebut cangge (celana).

Bahannya masih dari beludru yang dilengkapi dengan tali sebagai ikat pinggang. Sudah menjadi kebiasaan di daerah Jambi mengenakan kain sarung songket yang dililitkan di pinggul. Tutup dadanya disebut teratai dada, karena bentuknya seperti bunga teratai dipasang melingkar leher sehingga menyerupai kerah. Kedua tangan dihiasi gelang kilat bahu terbuat dari logam celupan berlukiskan naga kuning.

Lukisan naga ini mengandung makna bila seseorang telah diberi kekuasaan janganlah diganggu. Dikenakan pula selempang yang menyilang badan terbuat dari songket warna merah keungu-unguan sebagai pasangan kain sarung dengan motif bunga berangkai clan beranting. Bagian pinggangnya dihiasi dengan selendang tipis warna merah jambu yang pada ujung ujungnya diberi umbai-umbai warna kuning.

Untuk memperkuat bagian pinggang ini digunakan pending berupa rantai dengan sabuk sebagai kepala terbuat dari logam. Kelengkapan lainnya adalah keris clan selop. Biasanya diselipkan di perut menyerong ke kanan melambangkan kebesaran sekaligus untuk berjaga-jaga. Sedangkan selop atau alas kaki yang berbentuk setengah sepatu berfungsi untuk melindungi kaki saat berjaalan.


C. Pakaian Adat Wanita

Busana untuk perempuan terdiri dari kain sarung songket clan selendang songket warna merah. Bajunya disebut baju kurung tanggung bersulam benang emas dengan motif hiasan bunga melati, kembang tagapo, dan pucuk rebung.

Tutup kepalanya disebut pesangkon yang terbuat dari kain beludru merah dengan bagian dalam diberi kertas karton agar keras.

Ada juga yang menyebut duri pandan karena pada bagian depan tutup kepala ini diberi hiasan dari logam berwarna kuning berbentuk duri pandan. Untuk lebih memperindah diberi sulaman emas dengan motif bunga melati pecah.

Kelengkapan busana perempuan lebih banyak dibandingkan dengan yang dikenakan oleh pria. Pada perempuan dikenakan anting-anting atau antan dengan motif kupu-kupu atau gelang banjar. Kalungnya terdiri dari tiga jenis, yaitu kalung tapak, kalung jayo atau kalung bertingkat dan kalung rantai sembilan. Pada jari-jarinya terpasang cincin pacat kenyang dan cincin kijang atau capung.

Jumlah gelang yang dipakai pun lebih banyak meliputi gelang kilat bahu masing-masing lengan dua buah. Masih ditambah dengan gelang kano, gelang ceper dan gelang buku beban. Kesemuanya di pasang di lengan. Khusus untuk gelang buku beban bahannya berasal dari permata putih. Sementara untuk kaki dikenakan gelang nago betapo dan gelang ular melingkar. Disebut demikian karena bentuknya yang menyerupai naga dalam dongeng sedang tidur clan ular yang melingkar membentuk bulatan.

Sedangkan unsur-unsur kelengkapan yang lain seperti teratai dada (tutup dada), pending dan sabuk (ikat pinggang), selendang, dan selop hampir sama dengan yang dikenakan pria. Bedanya bentuk motif yang lebih besar pada teratai dada dan pending.

Contoh Karya Tulis Ilmiah
D. Pakaian Baselang

Acara pada adat suku jambi dibedakan menjadi dua, kecil dan besar. Pembedaan ini mempengaruhi pada variasi pakaian yang dikenakan, khususnya yang dikenakan para gadis. Jika acaranya kecil maka pakaian yang dikenakan berfungsi ganda sebagai pakaian upacara maupun bekerja.

Kelengkapannya dengan sarung warna merah yang dipakai sedikit di bawah lutut (tanggung) dan baju kurung berlengan tanggung yang letaknya di luar kain, -selendang warna merah dililitkan di kepala serta membawa perlengkapan lain seperti ani-ani clan kiding (tempat padi).

Pada acara besar pakaian dibedakan untuk upacara dan bekerja. Dalam rangkaian upacara tersebut terdapat hiburan sehingga pakaian yang dikenakan pun lebih bagus.

Selendang songket yang dikenakan sebagai penutup kepala diberi sulaman benang emas dan umbai-umbai di ujungnya.


7. Sistem Kesenian

Provinsi Jambi sangat kaya akan kerajinan daerah, salah satu bentuk kerajinan daerahnya adalah anyaman yang berkembang dalam bentuk aneka ragam. Kerajinan anyaman di buat dari daun pandan, daun rasau, rumput laut, batang rumput resam, rotan, daun kelapa, daun nipah, dan daun rumbia. Hasil anyaman ini bermacam–macam, mulai dari bakul, sumpit, ambung, katang–katang, tikar, kajang, atap, ketupat, tudung saji, tudung kepala dan alat penangkap ikan yang disebut Sempirai, Pangilo, lukah dan sebagainya. Kerajinan lainnya adalah hasil tenun yang sangat terkenal, yaitu tenunan dan batik motif flora.

Salah satu kesenian yang cukup populer adalah seni Randai. Seni Randai merupakan perpaduan antara Kaba, lagu, tari, dan sandiwara. Selain Randai, seni yang cukup terkemuka adalah Rarak Godang, Kayat, Zikir, dan Kaba. Sedangkan alat musik yang digunakan adalah calempong, ogung gong, dan gendang. Seni sastra yang berkembang antara lain pantun, pepatah, dan Kayat.

Untuk memperkuat dan memelihara adat istiadat yang ada pada masyarakat Jambi, ada berbagai kegiatan kesenian dan sosial budaya kerap di lakukan, antara lain:
  • Tradisi Berdah (dilaksanakan saat terjadi bencana dengan tujuan menolak bencana)
  • Kenduri Seko (bertujuan untuk membersihkan pusaka dalam bentuk keris, tombak, Al Kitab dalam bentuk Ranji–ranji Kuno)
  • Mandi Safar (dilaksanakan pada hari Rabu di akhir bulan Safar bertujuan untuk menolak bala)
  • Mandi Belimau Gedang (dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan menyucikan dan mengharumkan diri)
  • Ziarah Kubur (dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan mendoakan arwah leluhur)

Ada berbagai macam jenis tari-tarian, antara lain:
  1. Tari Sumbe (Tarian persembahan untuk para dewa)
  2. Tari Rangguk (Tarian anak pesta rakyat)
  3. Tari Musik Mumkin (Tari untuk permainan musik orang buta)
  4. Tari Lesung Gilo (Tari untuk permainan lesung diiringi mantra-mantra)
  5. Tari Bakisa (Tarian menumbuk padi)
  6. Tari Asik (Tarian untuk mengusir bala penyakit)
  7. Tari JapinTari HadrahTari RanggukTari Aek Sakotak.

Contoh:

Peralatan Tari Rangguk ( tarian tradisional dari Jambi )


1. Rebana

Berbagai ukuran. Jumlahnya bergantung jumlah pemain (biasanya 5—10 orang). Dalam suatu pertunjukkan mereka duduk melingkar, menabuh rebana, berpantun dan mengangguk-anggukan kepala.


2. Rangguk

Pada mulanya rangguk hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Biasanya di sore hari dan bertempat di beranda rumah (setelah seharian bekerja di sawah atau kebun). Tujuannya adalah sebagai pelepas lelah dan sekaligus hiburan. Kaum perempuan tidak diperkenankan untuk melakukan tarian ini (tabu). Selaras dengan perkembangan zaman, fungsi rangguk juga mengalami perubahan. Jika pada mulanya hanya sekedar sebagai hiburan, maka kini menjadi sebuah tarian khusus untuk upacara penyambutan tamu. Para pemainnya pun juga tidak lagi duduk secara melingkar, tetapi berdiri (berbaris) sambil mengangguk-anggukkan kepala kepada setiap tamu yang datang, melantunkan berbagai macam pantun selamat datang, dan mengiring tamu sampai ke tempat yang telah ditentukan (depan pintu balai desa).

Kesenian dari jambi sendiri yangpaling dikenal oleh masyarakat luas adalah Batik Jambi yang paling terkenal di daerah Sumatra. Tapi juga sering di ekspor keluar negeri bahkan cukup terkenal pula di Indonesia.


B.Etos Kebudayaan

Etos kebudayaan adalah suatu kebudayaan yang seringkali memancarkan suatu watak yang khas tertentu yang tampak dari luar, seperti yang tampak oleh orang dari kebudayaan lain. Watak khas tersebut seruingkali terlihat dari gaya tingkah laku, kegemaran, dan berbagai benda budaya hasil karya masyarakat tersebut. Di Jambi sendiri etos kebudayaanya hampir serupa dengan suku-suku lain yang tinggal di Pulau Sumatra, bisa kita lihat dari etos kebudayaan suku Batak, yaitu cenderung keras, berbahasa kasar (kencang), dan berparas sangar. Tapi terkadang ada juga yang mirip dengan etos dari suku padang yaitu, raut wajahnya angkuh, dan tidak ramah, dan suka perhitungan (pelit).

Contoh Karya Tulis Ilmiah
C.Fokus Kebudayaan

Fokus kebudayaan adalah suatu unsur kebudayaan atau beberapa pranata tertentu yang merupakan unsur pokok dalam kebudayaan mereka sehingga unsur itu disukai oleh sebagian besar warga masyarakatnya dan dengan demikian mendominasi banyak aktivitas dalam kehidupan masyarakat tersebut. Fokus kebudayaan jambi adalah dapat dilihat dari segi sistem mata pencahariannya yaitu kebanyakan, bahkan hampir semua masyarakatnya hidup sebagai petani.

D. Biodata Narasumber

Nama              : Juliana Tanjung
Jenis Kelamin : Female
Usia               : 23 Tahun
Agama           : Budhha
Status             : Mahasiswi & karyawati
Suku Bangsa   : Jambi - Chinese
Anak ke          : Tiga
Dari                : Lima Bersaudara
Pendidikan : Trisakti University
Accounting, S1
Profesi : Karyawati
Jabatan : Accounting Staff
Lama bekerja : 1 Tahun


Nama : Farida
Jenis Kelamin : Female
Usia : 27 Tahun
Agama : Islam
Status : Menikah
Suku Bangsa : Jambi - Asli
Anak ke : Pertama
Dari : Dua Bersaudara
Pendidikan : Jambi University, S1
Informatika Teknologi,
Profesi : Karyawati
Jabatan : Head Of I.T
Lama Bekerja : 3 Tahun


Nama : Novi Permata Sari
Jenis Kelamin : Female
Usia : 20 Tahun
Agama : Budhha
Status : Mahasiswi
Suku Bangsa : Jambi - Chinese
Anak ke : Tiga
Dari : Tiga Bersaudara
Pendidikan : STIKOM LSPR
Public Relations

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarat: Rineka Cipta.
Chodwich, bruce A., dkk. 1991. Terjemahan Dr. sulistia M.L., dkk. Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan. IKIP Semarang Press.
Rahmat, Jalahudin. 1984. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Karya
Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3S
Patmono, S.K. 1996. Teknik Jurnalistik Tuntunan Praktis untuk Menjadi Wartawan. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Sumber Lain:
http://www.tamanmini.com/anjungan/jambi/daerah
http://www.tekkomdik-sumbar.org/sjh_pdd_sumbar_pendh.html

Hasil wawancara langsung dari:
Juliana Tanjung
Novi Permata Sari
Farida
sumber :  http://www.sarjanaku.com/2011/07/contoh-karya-ilmiyah.html

Rabu, 19 Desember 2012

 

     UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG

Definisi Ilmu Komunikasi

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain"
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif|transaktif, komunikasi bertujuan|bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan|tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri .

Apakah Ilmu Komunikasi memang suatu Ilmu?
Kemudian, apakah komunikasi yang dikaji di universitas betul sebuah ilmu? Atau dia hanya suatu kajian pengetahuan saja? Untuk membuktikannya, anda tinggal mensubstitusikan definisi komunikasi yang sudah anda pelajari.
Komunikasi adalah proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain. Jadi, ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain.
Komunikasi adalah pengetahuan, bukan sekedar keterampilan, dia diketahui bahkan dipahami sebagai proses penyampai lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain.
Ilmu Komunikasi jelas objektif, dia melakukan proses, prosedur, dan penyimpulan. Pengujian berdasarkan benar-salah, bukan berdasarkan seharusnya. Berdasarkan data-data,  bukan berdasarkan tahayul dan keinginan. Dia akan selalu konsentrasi ke objek kajiannya yakni proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain; bukan kepada orang yang menyuruh menelitinya. Sehingga, hasilnya bisa digunakan oleh siapa saja.
Karena objektif, tidak berdasarkan kepentingan subjek tertentu, maka ilmu komunikasi juga bersipat universal. Dia berlaku di mana saja (Inggris, Indonesia, Baduy, atau lainnya), kapan saja (sekarang, besok, atau lusa), dan bisa diuji oleh seiapa saja (Ilmu komunikasi bukan milik sarjana komunikasi saja. Orang disiplin ilmu lain silakan mengujinya dengan metode yang baku dan benar. Dia berbeda dengan pengalaman yang sipatnya personal dan tidak bisa diuji oleh siapa saja dan berlaku di mana saja. Dia berlainan dengan ideologi yang digenggam erat penganutnya!
Ilmu Komunikasi juga mempunyai metode tertentu dalam mengkaji proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari pihak satu kepada pihak lain. Metode ini umumnya sama untuk semu ilmu. Hanya titik tekan yang berbeda. Misal Antropologi menekankan kepada metode kualitatif. Sedangkan Fisika menekankan ke metode kuantitatif. Ilmu Komunikasi menggunakan keduanya. Jadi di Ilmu Komunikasi bersipat metodis.
Ilmu Komunikasi jelas merupakan pengetahuan yang berdasarkan logika oleh karena itu dia logis. Tidak ada yang dipelajari dalam proses penyampaian lambang-lambang yang bermakna dari manusia satu kepada manusia lain yang tidak logis. Bahkan dari makna “proses” saja sudah menggambarkan urutan peristiwa yang logis.
Karena komunikasi juga dikaji berdasarkan metode tertentu di dunia empiris, maka diapun dapat diuji secara empiris. Dia bukan logika semata –apalagi khayalan–melainkan diverifikasi di dunia empiris. Dia memenuhi syarat ilmu empirisme.
Berdasarkan pengujian menggunakan ciri-ciri ilmu tersebut, Ilmu komunikasi teruji sebagai sebuah ilmu .
Ilmu komunikasi juga diterapkan dalam kampus atau sistem perkuliahan yang dibentuk dan diberi nama yaitu Fakultas ilmu komunikasi .
Pada Fakultas ilmu Komunikasi terbagi menjadi 4 jurusan,yaitu :
1.     1.  Hubungan masyarakat (Public Relations)
2.     2.  Jurnalistik Penyiaran (Broadcast Journalism)
3.     3.  Periklanan (Advertising)
4.     4.  Komunikasi Visual (Visual Communication)
Tapi kami akan menjelaskan tentang pengertian Broadcast Journalism lebih dalam lagi .

Jumat, 30 November 2012




PENCITRAAN KASUS HILANGNYA PESAWAT MH-370

Disusun untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations
  
 

  
Oleh :

Revina Mandala Putri (41153030120006)




ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG
2014



KASUS HILANGNYA PESAWAT MALAYSIA AIRLINES :
Hilangnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH-370, keberadaan pesawat yang berangkat pada tanggal 8 Maret 2014 jam 12.41 dini hari, Malaysia dengan tujuan Beijing, Cina yang dijadwalkan tiba pada jam 6.30 pagi itu belum dapat ditemukan.Pesawat yang mengangkut 239 orang terdiri dari 227 penumpang dan 12 awak pesawat itu kabarnya terakhir terdeteksi oleh radar militer Malaysia pada jam 2.40 berada di dekat Pulau Perak, bagian Utara semenanjung Malaysia dan terbang 1000 meter lebih rendah dari ketinggian sebelumnya. Berdasarkan informasi ini diperkirakan pesawat jatuh dan hilang di wilayah perairan antara Malaysia dan Vietnam.Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab jatuhnya sebuah pesawat terbang, sekurangnya ada 4 faktor yang secara umum menjadi penyebab, antara lain: keadaan cuaca, gangguan teknis, aksi teroris, dan aksi pilot. Bila dilihat dari faktor pertama yaitu: kondisi cuaca, berdasarkan laporan dari Departemen Meteorologi Malaysia tidak terjadi perubahan cuaca yang signifikan ataupun cuaca buruk yang dapat mengganggu penerbangan MH-370 di wilayah perairan Malaysia pada tanggal 8 Maret 2014. Informasi ini berdasarkan pada citra satelit yang diperoleh dari agen meteorologi Jepang (MTAT).Sehingga faktor cuaca kemungkinan besar bukanlah penyebab jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines itu sebelum pesawat ini hilang pada tanggal 8 Maret 2014 dan dijadwalkan perawatan rutin berikutnya pada tanggal 19 Juni 2014, dapat dikatakan bahwa pesawat dalam kondisi 'sehat' dan layak terbang. Informasi lainnya adalah kontak terakhir dari pilot dengan 'air traffic control' (ATC) Malaysia tidak dilaporkan adanya masalah teknis pesawat. Faktor lain adalah aksi teroris, mengacu pada informasi dari Interpol yang berhasil mengungkap identitas dari 2 orang warga negara Iran yang menggunakan 2 paspor curian milik warga negara Austria dan Italia, banyak pihak yang berpendapat bahwa kemungkinan terjadi aksi terorisme dalam penerbangan MH-370. Bila memang terjadi aksi terorisme dalam bentuk peledakan pesawat terbang, maka tentunya puing-puing dari pesawat akan dapat ditemukan baik di darat maupun di laut.


Dalam kasus penerbangan MH-370 sampai hari ini belum juga ditemukan puing-puing ataupun bahan-bahan yang berasal dari pesawat.Jadi kemungkinan adanya aksi teroris bukanlah penyebab jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines.Faktor selanjutnya, adalah manusia, dalam hal ini pilot. Kapten Pilot dalam penerbangan MH-370 ini bernama Zaharie Ahmad Shah yang berusia 53 tahun dan telah berpengalaman terbang selama 33 tahun dengan total jam terbang 18.365. Sedangkan co-pilot Fariq Abdul Hamid yang berusia 27 tahun telah memiliki total jam terbang sebanyak 2.763 .
TEORI PENCITRAAN YANG DI KEMUKAKAN BENOIT :
Ada sebuah teori yang membahas konsep – konsep pemulihan citra. Nama teori ini adalah Image Restoration Theory.Teori ini dicetuskan oleh seorang profesordi Ohio University bernama William L.Benoit .Teori ini memiliki dua asumsi dasar yang menyatakan bahwa :
1.      “komunikasi yang terbaik di konseptualisasikan sebagai kegiatan yang di arahkan pada tujuan”
2.      Mempertahankan reputasi positif adalah salah satu tujuan utama komunikasi .

Masalahnya terjadi ketika asumsi kedua belum terpenuhi.Reputasi mungkin rusak secara sengaja maupun tidak, melalui kata atau perbuatan. Ketika ini terjadi komunikator dihadapkan dengan masalah citra negatif.
Benoit menciptakan teorinya pada asumsi bahwa karena citra negatif, komunikator akan termotivasi untuk berusaha untuk mengembalikan citranya sebagai salah satu tujuan utama komunikasi untuk populasi.

Dapat disimpulkan bahwa teori ini adalah sebuah teori pemulihan citra, dimana setiap orang sesalu menginginkan citra positif didalam dirinya.
Benoit menjabarkan terdapat 5 strategi dalam usaha pemulihan citra :
1.   Denial
      Penolakan adalah reaksi alami terhadap sebuah tuduhan
a.       Simpel Denial
Penyangkalan sederhana
b.      Siftingshifting the blame
Menyangkal perbuatan dan menggeser kesalahan kepada orang lain
2.   Evading of responsibility
      Menghindari tanggung jawab terhadap tindakan tersebut, dikelompokan menjadi beberapa varian :
      a.   Provocation
            Mengaku bahwa pihak tertuduh melakukan karena terprovokasi.
      b.   Defeasibility
            Pihak tertuduh melakukan kesalahan karena kekurangan infornasi.
      c.   Accident
            Pihak tertuduh mengaku bahwa suatu hal terjadi secara tidak sengaja
      d.   Good intention
            Pengakuan bahwa pihak tertuduh melalukan diawali niat yang baik
3.   Reducing offensivens of event
      Pihak tertuduh patut diberikan keringanan, dikelompokan menjadi beberapa varian :
      a.   Bolstaring
            Mencoba mendapatkan simpati dengan mengutip tindakan positif
     b.    Minimization
            Mencoba meminimalisasi perasaan negative dengan cara memberikan persuasi yang baik.
     c.    Differentiation
            Pihak tertuduh membuat perbedaan antara tindakan terdakwa dan tindakan serupa lainnya.
      d.   Transcendenc
            Strategi dilakukan dengan cara membandingkan suatu kejadian dalam konteks yang berbeda.
      e.   Attack accuser
            Pihak tertuduh berharap kredibilitas penuduhnya bias rusak, sehingga tuduhan mereka dipertanyakan.
      f.    compencation
            Adalah bentuk yang ditawarkan oleh pihak tertuduh untuk menebus kesalahan.

4.   Corective action
      Strategi pengembalian citra positif.
5.   Mortifications
      Strategi penyiksaan diri, pihak tertuduh ini dapat memilih mengakui kesalahan dan meminta pengampunan.

PUBLIC RELATIONS PLANNING MENGGUNAKAN TEORI BENOIT :
1.   Denial menurut Benoit yang memiliki pengertian, penolakan terhadap tuduhan :
Simple Denial ( penyangkalan sederhana ) aksi aksi yang dapat di lakukan untuk pencitraan kembali Malaysia Airlines dengan melakukan aksi seperti melakukan penyangkalan sederhana berupa klarifikasi kepada seluruh masyarakat di berbagai macam Negara di dunia dengan menggunakan alat media massa,agar public tidak terfokus kesalahan hanya ada di Malaysia Airlines dan salah satu cara agar menggeserkannya, dengan cara terus mengoptimalkan pencarian beserta penyelidikan sehingga masyarakat luas dapat terus memantau dan segera mendapat kepastian dari nasib para penumpang, bertanggung jawab secara moral dan material, dan memastikan bahwa kinerja kerja Malaysia Airlines akan terus di tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali .
 2.  Evading of Responsibility yaitu menghindari tanggung jawab terhadap tindakan   tersebut, salah satu nya adalah Good Intention yaitu mengkomunikasikan bahwa pihak Malaysia Airlines tidak ingin kejadian ini terjadi karena pihak Malayasia Airlines melakukan tugas nya seperti biasa dengan niat yang baik, yaitu dengan menerbangkan penumpang ke tempat tujuan.
Pesan tersebut dirancang dengan menggunakan media massa, dikomunikasikan secara pasti dan dapat dipercaya dalam penyampaiannya kepada publik serta menggunakan komunikasi yang efektif agar semua kalangan dapat memahami apa informasi yang dikomunikasikan okeh pihak Malaysia Airlines, tentunya tidak hanya kepada publik atau masyarakat di berbagai dunia saja, tetapi juga dengan menjalin komunikasi yang efektif dan baik terhadap para utusan dari berbagai negara yang di tugaskan untuk membantu proses pencarian peswat Malaysia Arlines .
 3.  Reducing Offensivesn of Event :
Bolstaring menurut Benoit adalah mencoba mendapat simpati dengan mengutip tindakan positif, bahwa selama ini Malaysia Airlines tidak pernah mengalami kasus yang serupa dan selalu mengoptimalkan kinerja kerjanya .
Minimization strategi yang dibuat agar meminimalisasi hal negative dengan memberikan persuasi yang baik melalui media massa, yang di gunakan dalam pencitraan Malaysia Airlines dengan cara melakukan konferensi pers dengan berkomunikasi yang baik dan dapat di pahami oleh semua kalangan masyarakat di dunia .
Compencation bentuk yang di tawarkan oleh pihak Mlayasia Airlines untuk menebus kesalahan dengan melakukan kegiatan kegiatan yang maksimal dalam proses pencarian Malaysia Arlines, dan terus di publikasikan terhadap seluruh masyarakat, agar seluruh kalangan masyarakat dapat mengetahui proses pencarian sehingga membuat persepsi di kalangan msyarakat bahwa Makaysia Airlines terus berusaha dalam proses pencarian pesawat tersebut .
4.  Corective Action dalam pengembalian citra positif dalam pelaksanaannya rencana strategis dilakukan dengan melihat anggaran yang tersedia, merencanakan jadwal dan mempersiapkan untuk melaksanakan taktik komunikasi agar pengembalian citra akan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan dari perencanaan .
5. Mortifications, pihak Malaysia Airlines dapat memilih mengakui kesalahan dan   meminta maaf kepada seluruh pihak korban,permintaan maaf berupa tanggung jawab secara materi dan terus mengusahakan dan mengoptimalkan pencarian .




NAMA      : REVINA MANDALA P

JURUSAN : ILMU KOMUNIKASI 4
SUMBER   : TRIBUNNEWS.COM

Saling tuding mewarnai kasus penggelapan uang yang melibatkan musisi muda Kevin Aprilio dan penyanyi pendatang baru Helen Yosita. Kevin dilaporkan oleh Sriyatin, ibunda Helen, dengan tuduhan penggelapan dana dan melanggar pasal 372 KUHP. Sebabnya, Kevin tidak mengembalikan uang Rp 1,13 miliar yang diinginkan Sriyatin setelah kontrak pembuatan album untuk Helen batal di tengah jalan. Sriyatin mengutarakan kalau pentolan Aprilio Kingdom ini tidak memiliki keinginan untuk berbicara baik-baik kepada dirinya dan Helen. Bahkan, Kevin terkesan mempertahankan uang sisa perjanjian tersebut Dalam perjanjian yang dibuat Kevin, terdapat beberapa hal yang menjadi tanggung jawab pentolan band Vierratale tersebut seperti kostum, videoklip, dan promosi. Namun, dalam realisasinya Sriyatin dan Helen merasa tidak puas karena dianggap tidak bagus. Hal ini kemudian menjadi sumber masalah antara Helen dan Kevin. Kevin yang sejak awal yakin tidak bersalah terlihat santai. Bahkan, ia mengaku sama sekali tak terganggu aktifitasnya meski nama baiknya tercoreng. Kevin baru mengembalikan uang kepada pihak Helen berjumlah Rp1 miliar. Sisanya, Rp200 juta, dipotong Aprilio Kingdom untuk biaya pembuatan satu single berjudul "Kamu dan Aku" yang sudah dirilis secara resmi.

PUBLIC RELATIONS PLANNING :
Tahap Satu: Penelitian Formatif

· Langkah 1: Menganalisis Situasi
· Langkah 2: Menganalisis Organisasi
· Langkah 3: Menganalisis Publik

Tahap Dua: Strategi

· Langkah 4: Menetapkan Tujuan dan Sasaran
· Langkah 5: Merumuskan Action dan Response Strategi
· Langkah 6: Merancang Komunikasi Efektif

Tahap Tiga: Taktik

· Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
· Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis

Tahap Empat: Penelitian evaluatif

· Langkah 9: Evaluasi Rencana Strategis






Tahap Satu : Penelitian Formatif

Langkah 1 : Menganalisa Situasi :
Situasi yang terjadi dalam kasus ini adalah Kevin Aprilio yang di laporkan oleh ibunda dari penyanyi pendatang baru Helen Yosita, yaitu ibu Sriyatin dengan tuduhan penggelapan dana dan melanggar pasal 372 KUHP. Sebabnya, Kevin tidak mengembalikan uang Rp 1,13 miliar yang diinginkan Sriyatin setelah kontrak pembuatan album untuk Helen batal di tengah jalan .

Langkah 2: Menganalisa Organisasi  :
·         Lingkungan internal ( misi , kinerja dan sumber daya ) misi yang di miliki oleh Kevin Aprilio yaitu terus melebarkan sayap nya di dunia industri musik, tidak hanya industri musisi dalam negeri, tetapi memiliki misi untuk mengembangkan potensinya hingga tingkat Internasional dan tidak hanya berdiri sendiri melainkan merangkul orang lain yang memiliki potensi yang sama dengannya .
·         Persepsi publik ( reputasi )  sejauh ini kevin Aprilio memiliki persepsi yang baik terhadap Kevin, karena Kevin merupakan anak dari musisi yang memiliki citra yang baik selama karir nya yaitu pasangan Adi MS dan Memes, tidak hanya berlatar belakang seorang anak musisi ternama Indonesia, tetapi Kevin pandai dalam membuat lagu dan memainkan alat alat musik .
·         Lingkungan eksternal  ( pesaing, lawan, serta pendukung ) persaingan yang ketat di dalam industri musik, menumbuhkan musisi musisi pendatang baru yang memiliki talenta besar, secara tidak langsung pesaing pesaing dari dunia musik yang lainnya menjadi lawan di dalam industri musik bagi Kevin Aprilio, tetapi hal ini tidak membuat Kevin kehilanganpendukungnya. . .

Langkah 3: Menganalisa Publik :
Keinginan publik yaitu agar masalah dalam kasus ini berakhir dengan cepat dan adil, kebutuhan publik dan harapan tentang masalah ini  adalah setelah kasus ini selesai di tangani oleh pihak berwajib, Kevin dapat kembali bersinar di dunia musik dengan menciptakan atau membuat sesuatu yang baru, kreatif dan berkualitas, keterlibatan publik dalam komunikasi dan dengan berbagai media adalah publik dapat cepat mengetahui kasus ini karena dengan media massa yang mempermudah masalah ini muncul di permukaan sehingga pengembalian citra Kevin pun harus segera dilakukan agar tidak menjadi masalah dan pembicaraan publik yang berkelanjutan.

Tahap Dua : Strategi
Langkah 4 : Menetapkan Tujuan dan Sasaran :
Tujuan dari pencitraan kembali Kevin Aprilio agar misi utama dari Kevin Aprilio dapat berjalan dengan lancer dan semestinya seiring dengan perencanaan dari Public Relations, pencitraan tersebut dapat di mulai dari berita berita yang tersebar melalui media massa tentang kasus ini dapat teredam dan tidak kembali mencuat  ke permukaan, dengan langkah awal mengalihkan perhatian publik dengan meliput hal hal terbaru yang di buat oleh Kevin Aprlio, seperti membuat lagu baru, dan kegiatan kegiatan positif lainnya bersama dengan teman teman atau rekan kerja dari Kevin, sehingga publik akan tergeserkan perhatiannya dari kasus yang sedang terjadi .




Langkah 5: Merumuskan Aksi dan Response Strategi :
Aksi aksi yang dapat di lakukan untuk pencitraan kembali Kevin, dengan melakukan aksi aksi seperti melakukan aktivitas positif seperti biasanya dengan rekan kerja maupun teman dan sahabat dengan di liput oleh media massa yang kemudian di tayangkan secara nasional. Jika para awak media menanyakan hal hal yang menyangkut tentang perkembangan kasus Kevin, Kevin akan menjawab berupa klarifikasi bahwa dia tidak bersalah dalam hal ini melainkan hanya kesalah pahaman saja dan kasus ini telah di serahkan kepada kuasa hukum dari Kevin yang lebih paham terhadap kasus hukum yang sedang berjalan, Kevin pun tetap selalu meminta dukungan dari para fans dan para sahabatnya melalui media massa, kasus ini tidak menghentikan karir Kevin dalam menciptakan lagu yang di gemari oleh kalangan remaja dan anak muda .

Tahap Tiga: Taktik
 Langkah 6: Merancang Komunikasi Efektif
Merancang pesan yang akan dikomunikasin kepada publik, dengan menggunakan media massa, dikomunikasikan secara merata dalam penyampaiannya kepada publik serta menggunakan komunikasi yang efektif agar semua kalangan dapat memahami dan tujuan dari komunikasi tersebut berjalan sesuai rencana .

Langkah 7: Memilih Taktik Komunikasi
Srtategi atau taktik yang di gunakan dalam pengembalian citra musisi Kevin Aprilio dengan cara melakukan konferensi pers, kemudian di lanjutkan dengan media massa yang di kontrol agar dapat meliput dan menayangkan kegiatan kegiatan positif Kevin, menunjukan kepada publik bahwa Kevin tidak bersalah dalam kasus ini sehingga dia dapat tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya, terus berkarya di bidang musik dengan menciptakan lagu lagu tanpa ada hambatan, sehingga taktik ini diharapkan dapat mengembalikan persepsi publik tentang citra Kevin Aprilio .

Langkah 8: Melaksanakan Rencana Strategis :
Pada langkah pelaksanaan rencana strategis dilakukan pengembangkan anggaran, jadwal dan mempersiapkan untuk melaksanakan taktik komunikasi agar pengembalian citra akan berjalan sesuai dengan tujuan awal .

Tahap Empat: Penelitian evaluasi
Langkah 9 : Evaluasi Rencana Strategis :
Elemen perencanaan akhir, untuk mengukur efektivitas setiap taktik yang direkomendasikan dalam memenuhi tujuan yang telah ditetapkan, sejauh mana tingkat keberhasilan perencanaan Public Relations berjalan sesuai dengan tujuan dan misi dalam hal ini pengembalian citra .



RANGKUMAN BUKU EFFECTIVE PUBLIC RELATIONS
(Scott M. Cutlip, Ellen H. Center, Glen M.Broom )

Disusun untuk Memenuhi salah satu tugas Pengantar Public Relations








  

Oleh :

Revina Mandala Putri (41153030120006)



ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG
2014

BAB 16
PEMERINTAHAN DAN PUBLIC AFFAIRS
Spesialis PR pemerintahan biasanya disebut pejabat public affairs di AS dan pejabat informasi atau penerangan atau pejabat hubungan masyarakat ( humas ) di Negara lain, adalah penghubung penting antara rakyat dan pemerintahan.

TUJUAN PUBLIC AFFAIRS DI PEMERINTAHAN
Pemerintahan menyentuh setiap aspek masyarakat, dan hamper semua bagian pemerintah mengandalkan pada orang – orang public affair (humas), tujuan dari humas pemerintahan, terlepas dari level dan tipe pemerintah, setidaknya mengandung tujuan yang sama :
1.         Memberi informasi tentang aktivitas pemerintahan
2.         Memastikan kerja sama aktif dalam program pemerintahan
3.         Mendorong warga mendukung kebijakan
4.         Melayani sebagai advokat public untuk adsministrator pemerintah
5.         Mengelola informasi internal
6.         Memfasilitasi hubungan media
7.         Membangun komunitas dan bangsa

MEMBERI INFORMASI KONSTITUTEN
Tugas utama praktisi public affairs atau humas pemerintaha adalah member informasi, dan fungsi informasi ini bias bersifat global, ketika kebutuhan member informasi ini harus melampaui batas Negara untuk diberikan kepada kawan atau untuk memperingatkan.
Bagi AS, setiap departemen federal dan agen federal menggunakan fungsi humas, mulai dari layanan informasi individual sampai menggunakan perusahaan PR di New York yang besar dan canggih. Terlepas dari besarnya, fokusnya adalah menyiapkan dan memberi informasi kepada audien umum dan spesifik tentang layanan organisasi.

MEMASTIKAN KERJA SAMA AKTIF DI DALAM PROGRAM PEMERINTAHAN
Tanpa warga yang aktif dan punya informasi, pejabat mungkin tidak akan mengetahui kebutuhan dan kepentingan sesungguhnya dan konstituen mereka.Poinnya adalah bahwa penggunaan humas sebagai aktivis simetris dua arah dimana praktisi menggunakan humas untuk membantu memahami public, adalah refleksi dari sifat kebebasan media.Semakin independen media beritanya, semakin bebas spesialis humas untuk menjalankan humas secara responsive, Reporter Without Borders menyusun : “World Press Freedom Ranking “ yang menyebut media di Negara maju sebagai media :bebas”, di Negara berkembang dideskripsikan sebagai “bebas sebagian” atau “tidak bebas”. Bahwa semakin bebas system medianya, semakin besar ia melibatkan lingkungan di mana praktisi humas menjalankan aktivitasnya tanpa rektriksi pemerintahan yang tak perlu.

MEMBANGUN DUKUNGAN WARGA NEGARA
Sasaran spesifik dari humas akan bervariasi dari satu agen ke agen lainnya, tetapi justifikasi dasar untuk humas pemerintah semuanya didasarkan pada dua premis utama :
1.         Pemerintahan yang demokratis harus melaporkan aktivitasnya kepada warga
2.         Adsministrasi pemerintahan yang efektif membutuhkan partisipasi dan       dukungan warga


BERFUNGSI SEBAGAI ADVOKAT PUBLIK
Pemerintahan adalah institusi public, yetapi pemerintahan dicirikan oleh keruwetan birokratik yang sering berkontradiksi fungsi layanannya. Praktisi yang mewakili kebutuhan untuk mengomunikasikan agenda organisasi dan kebutuhan untuk mengkomunikasikan keinginan public kepada organisasi .

PEMERINTAHAN ELEKTRONIK DAN PARTISIPASI WARGA
Pemerintahan di Negara demokrasi yang maju menganggap informasi sebagai masalah hak asasi bahwa warga Negara berhak untuk mendapat informasi tentang kerja pemerintah. Pada tahun 2000, Swedia menjadi Negara pertama di dunia yang mengadopsi kebijakan yang mempromosikan penggunaaan teknologi komunikasi dan informasi untuk memperkuat demokrasi. Meskipun AS secara resmi bukan merupakan “bangsa informasi” sperti Swedia, pemerintahan federalnya menggunakan teknologi komunikasi dan informasi untuk memberikan berbagai layanan kepada rakyat Amerika dan mendorong partisipasi warga dalam tata kelola pemerintahan – pemerintahan elektronika .

MENGELOLA INFORMASI INFORMASI INTERNEAL
Komunikasi internal adalah fungsi utama lainnya dari Humas pemerintahan, departemen pertahanan sangat unggul dalam mengelola informasi internal, dan keunggulan ini memperkuat citra eksternalnya.

MEMFASILITASI HUBUNGAN MEDIA
Tradisi demokrasi mensyaratkan agar agen pemerintah Negara dapat diakses oleh media berita, dan karenanya hubungan media adalah fungsi dasar dari petuga humas. Sifat dari program pemerintahan sangat penting dan karenanya minat juga tinggi. National Media Desk daro office of Communication di Forest Service dibentuk secara khusu untuk memberikan informasi akurat dan tepat waktu kepada media tentang bebrbagi kebijakan, program dan aktivitas Forest Service .
MEMBANGUN KOMUNITAS DAN BANGSA
Karena praktik public affairs menekankan pada manajaemen hubungan, maka banyak perhatian diberikan kepada perannya dalam komunitas dan pembangunan nasional dan dalam onterpendendi regional, pemerintah menggunakan kampanye pembangunan nasional .

RINTANGAN UNTUK HUMAS PEMERINTAHAN YANG EFEKTIF
Praktisi humas di pemerintahan menciptakan banyak dialog bermanfaat untuk membuat demokrasi bias berjalan. Mereka mengemban kewajiban warga sebagai perantara anatara pejabat dan stafnya dengan warganya, tetapi ada tiga isu yang merintangi pembentukan dan pemeliharaan hubungan pemerintah dengan warga :
·         Kredibilitas yang Diragukan
Kpervayaan dan keyakinan public terhadap praktisi humas pada umumnya, dan pemerintah pada khususnya telah menjadi isu, setiap praktisi di anggap mencerminkan nilai dan etika praktisi itu .
·         Apati Publik
Berbeda dengan kebanyakan operasi nisnis, praktisi pemerintahan biasanya tidak dapat menargetkan pada segmen kecil dari public yang luas untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan mengabaikam segmen lain. Munculnya apati public adalah fakta tak terbantahkan dalam kehidupan public.
·         Permusuhan Legislatif
Fungsi humas telah lama dibentuk pemerintahan, tetapi fungsi ini belum sepenuhnya efektif atau menikmati status terhormat seperti yang dirasakan praktisi di bidang swasta .
Jadi penggunaan PR pertama yang efektif untuk mempromosikan penerimaan, kebijakan adsministrasi membuat kongres membatasi fungsi ini di dalam badan eksekutif.

HUBUNGAN MEDIA – PEMERINTAH
Sejak awal pemerintahan Amerika, First Amendement sampai Konstitusi telah menjamin kebebasan pers.
Ø  Akses Media ke Pemerintah
Dimasa yang lebih baru, kebebasan konstitusional yang menjamin pers telah dikembangkan dan diklarifikasi. Akses ke informais pemerintah, selain kebebasan berbicara atau menulis tentang pemerintahan, telah dikodifikasikan dalam kebebasan legislasi informasi dan :sunshine law”. Hak akses ke informasi pemerintahan dan rapat pemerintahan sangatlah penting. Gagasan media baru yang tidak sekedar bertanggung jawab member fakta dan kolom editorial kini menjadi gagasan yang makin diterima.
Ø  Ketergantungan Pemerintah Kepada Media
Hubungan anatara jurnalis dan pemerintah adalah keharusan sekaligus menjadi rintangan bagi komunikasi pemerintah dengan warganya. Standar yang di pakai oleh reporter dan komunikator pemerintah untuk mendefinisikan berita biasanya sangat berbeda, media berita tidak punya sumber daya untuk meliputi semua kegiatan public yang dilakukan pemerintah, sebagian karena tidak cukup jurnalis yang bias menelusuri semua aktivis dan perkembangan dalam banyak agen di semua level pemerintah.
Ø  Pemberitaan tentang Pemerintah oleh Media
Berita tentang pemrintahan beberapa waktu lalu adalah sekedar soal kepribadian, kampanye politik, hilangnya kepervayaan dan sejenisnya. Media telah membuat banyak kemajuan dalam pemberitaan tentang pemerintah, namun kebutuhan untuk memperkuat dan melengkapi pelaporan media kini semakin besar. Problem dalam pelipitan media terhadap pemerintah federal tidak selalu merupakan akibat kesalahan media atau wartawannya.



HUMAS MILITER
Humas Militer bertugas membentuk opini public tentang angkatan bersenjata, mempertahankan atau meningkatkan semangat tentara, mencari dukungan financial untuk program-programnya dan memperluas pemahaman dukungan public. Tetapi pandangan dan hubungan public Amerikan dengan Militer berubah dramatis pada 1990-an dan melemahkan upaya perekrutan dan dukungan legislatif. Program dan kebijakan militer sering kali di kritik di media berita, beberapa kalangan merekomendasikan agar baik itu humas militer maupun jurnalisme militer menggunakan program pendidikan yang ketat untuk memahami pihak lain.

PEMERINTAHAN SEBAGAI BISNIS
Era 1990-an melahirkan perubahan pada cara agen agen pemerintahan mengintegrasikan aktivitasnya ke dalam masyarakat, dianatar perubahannya adalah sebagai berikut :
1.         Meningkatnya kesadaran di kalangan entitas pemerintahan akan      kebutuhanuntuk bersaing        dengan agen pemerintah lain.
2.         Makin banyak pengamat yang mengatakan bahwa pemerintah harus di        jalankan seperti menjalankan bisnis.
3.         Meningkatnya kebutuhan pejabat federal dan Negara untuk mencari nasihat           dan bantuan    dari warga telah menyebankan lahirnya regulasi baru.

HUMAS DALAM POLITIK
Selama ada peminpin dalam masyarakat, selalu ada hubungan cinta benci antara yan diperintah dengan yang memerintah, politisi menghabiskan banyak waktu dalam karier mereka untuk melayani warga tetapi ternyata kemudian tersingkir dari jabatannya. Tantangannya untuk memimpin dan melayani di tengah tengah konflik yang konstan ini adalah sulit bagi setiap politisi atau organisasi.